Bachtiar Hafid

Pelukis Supranatural

Bachtiar Hafid
0 23.833

Bachtiar Hafid, pelukis supranatural kelahiran Pinrang tahun 1947.

Ia merupakan sosok pelukis yang mendasarkan obyek lukisannya berdasarkan pandangan ekstra dimensi (supraspiritual). Sebelum melukis, Bachtiar mengawalinya dengan zikir. Lalu sosok gaib yang hendak dilukis datang ke hadapannya dan berkomunikasi.

Bachtiar melukis sosok gaib yang berada di depannya. Tentu saja lukisannya bisa berbeda dengan lukisan yang diketahui masyarakat. Beliau pernah melukis Syekh Yusuf, Pangeran Diponegoro dan isterinya (RA Ratu Ratnaningsih), Arung Palakka, Sultan Alauddin, Sultan Hasanuddin, Cornelis Speelman dan beberapa tokoh lain.

Di depan lukisan-lukisan arwahnya, tak jarang orang-orang menangis dan kesurupan. Namun hal tersebut hanya berlaku bagi mereka yang memiliki kemampuan melihat arwah.

Dengan kemampuan yang dimilikinya, Bachtiar bukannya mendapat apresiasi positif, ia mengaku banyak yang menganggapnya gila dan musrik. Hal ini tentu berkaitan dengan kemampuannya melukis arwah. Hanya sedikit orang yang mempercayai kemampuannya.

Namun demikian, bukan berarti ia tak dikenal. Namanya sudah sampai ke kancah internasional. Ia sering mendapat penghargaan karena kemampuan melukisnya.

Selain melukis, Bachtiar juga hafal Sejarah. Salah satu keahliannya tersebut pun yang menurutnya mengherankan dirinya sendiri. Sebab ia mengaku tidak pernah membaca buku Sejarah.

Kini di usia tua, Bachtiar hanya ingin ketenangan dalam hidupnya. Ia mengaku tidak lagi membutuhkan uang sehingga tidak perlu melukis dengan orientasi uang.

Satu-satunya yang ia harapkan kini adalah bisa melihat seni benar-benar dihargai. Ia salah seorang seniman yang merasa tidak mendapatkan penghargaan sama sekali dari pemerintah. Ia berdiam di dalam ruang bawah tanah tempatnya melukis sehari-hari dengan modal sendiri. Salah seorang muridnya pernah menjuarai lomba melukis internasional di Cina.

Karya Lukisan

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Informasi Pelukis Indonesia Bachtiar Hafid
Comments
Loading...