Cak Kandar

Pelukis Bulu

Cak Kandar
0 2.693

Cak Kandar, Pelukis kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 17 Agustus 1948. Dikenal sangat produktif berkarya dan aktif berpameran. Karyanya tidak terpaku pada satu gaya atau aliran tertentu. Ia juga tidak ingin di identikan dengan salah satu gaya atau aliran tertentu pula. Baginya bertualang diberbagai gaya dan aliran akan memberikan warna dalam dunia berkeseniannya, dan selalu berusaha mencari yang baru. Sehingga ia termotivasi untuk terus melukis dan melukis.

Perjalanan Karier Cak Kandar

  • Melukis secara otodidak sejak tahun 1965.
  • Tahun 1967 sempat menggeluti dunia teater dengan mendirikan Teater Kerikil di Surabaya.
  • Tahun 1969, mulai melukis dengan medium bulu unggas, sehingga ia di kenal identik dengan “lukisan bulu”. Tahun 1994, perlahan-lahan ia mulai meninggalkan medium bulu dan merubah ke medium akrilik hingga sekarang.
  • Pemilik dan pengajar Sanggar Margasatwa yang didirikan di Jakarta, Bandung dan Surabaya ini menikah dengan Kartini, wanita asal Solo, Jawa Tengah,

Pameran

  • Beberapa pameran dengan medium bulu, baik itu Pameran Tunggal maupun Bersama pernah dilakukannya di dalam negeri maupun di luar negeri, diantaranya;
  • Tahun1971, pameran bersama pada Indonesia Fine Art Assosiation/IFAA di Singapura. Tahun 1972,
  • Berpameran bersama pada Indonesia Fine Art Assosiation/IFAA di Jepang. Tahun 1978
  • Berpameran Tunggal di Hotel Hilton Kuala Lumpur, Malaysia.
  • Tahun 1988 berpameran bersama dalam rangka Tong-Tong Fair di Den Haag, Belanda.
  • Ditahun yang sama (1988) kembali mengadakan Pameran Tunggal di Dome Hotel, Kohl, jerman. Tahun 1991, berpameran bersama di Changi Airport, Singapura.

Karya Lukisan

Dikarenakan dalam berkarya ia menggunakan medium bulu unggas, karya-karyanya sempat mendapat penolakan oleh organisasi lingkungan hidup internasional, Green Peace, ketika ia berpameran di Belanda (1988) ini. Atas penolakan ini, ia menjelaskan bahwa bulu-bulu unggas yang ia gunakan bukan dari unggas yang sengaja dibunuh untuk dicabuti bulunya. Ironisnya, ia menjelaskan bahwa inspirasi karyanya berasal dari karya World Wide Fund for Nature yang merupakan karya seni bulu yang didaur ulang. Ia juga menambahkan bulu-bulu unggas yang ia dapatkan berasal dari unggas-unggas yang telah mati sebelum diekspor ke luar negeri.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Informasi Pelukis Indonesia Cak Kandar
Comments
Loading...