Chusin Setiadikara

Pelukis realisme fotografis

Chusin Setiadikara
0 2.595

Chusin Setiadikara adalah seorang pelukis yang kerap menggunakan gaya realisme fotografis dalam karya lukisannya ini, dilahirkan di Bandung, Jawa Barat, tahun 1949.

Perjalanan Karier

Sejak berusia delapan tahun ia telah akrab dengan gaya melukis realisme. Untuk lebih memperdalam keahliannya dalam melukis, ia kemudian belajar melukis di Studio Rangga Gempol pada pelukis Barli Sasmitawinata (alm) di Bandung.

Dalam perjalanan kreatifnya, ia pernah keluar dari gaya realisme yakni dengan mencoba melukis dengan medium cat air yang cenderung ekspresif, dekoratif pada era tahun 1970-1980-an. Namun, sebagai seniman ia kemudian merasa gelisah karena ada sesuatu yang mandek dalam dirinya.  Baru setelah pindah dari Bandung dan kemudian menetap di Bali pada tahun 1987, ia kembali tertantang untuk mengevaluasi aktivitas kesenimanan yang pernah di lakukannya.

Chusin yang merasa terlahir kembali kemudian mulai menggunakan teknik drawing untuk melukis model. Ini merupakan cara pelukis mengasah kepekaan mengubah realistik. Namun, ia menyangkal anggapan yang menyebutkan bahwa kepindahannya ke Bali semata-mata karena alasan komersial. Hal tersebut kemudian dibuktikannya dengan jarangnya lukisan karyanya yang dipajang di galeri-galeri di Bali.

Sejak tahun 1994, Chusin intens menggarap tema Pasar Kintamani. Bahkan salah satu lukisannya yang berukuran panjang delapan meter, kini disimpan di Museum Fukuoka, Jepang.

Pameran

Tercatat beberapa pameran tunggal dan pameran bersama di dalam dan luar negeri pernah ia ikui, diantaranya

Pameran Tunggal

  • Rupa Realistik Post Fotografi” di Galeri Nasional, Jakarta (2002).
  • Pameran Tunggal “Post Photography Realistic Portrayal”, CP Artspace, Washington DC, Amerika Serikat (2002).

Pameran Bersama

  • Exhibition “The Mutation of Contemporary Indonesian Paintings”, Tokyo – Jepang (1997).
  • Participant of The 1st Fukuoka Asian Triennale, Fukuoka – Jepang (1999).
  • Group Exhibition “Indonesia Contemporary Art”, Museum of Modern Art, Moskow – Russia (2000).
  • Participant “CP Open Biennale 2003″, Jakarta (2003).
  • Group Exhibition ” Multi Subculture”, Berlin – Jerman (2004), dll.

Penghargaan

Mendapat penghargaan Winner of 5 Best Phillip Morris ASEAN ART AWARDS (1996) dan karyanya “Float and the Might 1″ meraih gelar The Excellent Work Award (2005) .

Ia mengibaratkan keterlibatannya dalam gaya rupa realistik fotografi itu sebagai sebuah perjalanan yang menantang, yang justru menggairahkan hidup.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Infoemasi Pelukis Indoneaia Chusin Setiadikara
Comments
Loading...