Dede Eri Supria

Pelukis Indonesia yang mengekspresikan kritik sosialnya lewat lukisan

Dede Eri Supria
0 598

Dede Eri Supria lahir di Jakarta 29 Januari 1956, sebagai anak ke 7 dari 11 bersaudara. Dia dibesarkan dalam sebuah keluarga, polos mencolok di tengah-tengah banyak orang lain yang berjuang untuk bertahan hidup di kota urban besar.

Dede Eri Supria

Ketidak seimbangan sosial yang mencolok dan kekacauan menjadi masalah yang menonjol yang dirasakannya. Kondisi ini membuatnya berempati dengan mereka sehingga munculah beberapa karya seni lukisnya yang merupakan hasil ekspresi dan sebagai komentar sosialnya.

Perjalanan Karier
  • Pernah belajar untuk menjadi juru foto dari usia sekolah dasar.
  • Pada usia masih SMP, Dede Eri supria sudah mendirikan studio artis.
  • Masuk Sekolah Menengah Seni Rupa (SSRI, Sekolah Seni Rupa Indonesia) di Yogyakarta.
Pameran tunggal
  • Pertama diadakan di TIM pada 1979, yang terus diselenggarakan secara berkala.
Pameran bersama
  • Pameran keliling negara ASEAN, dan Eropa, antara lain The Third Asian Art Show di Fukuoka, Festival Art dalam rangka KIAS di Amerika, serta Asia Pasific Trienalle di Brisbane, Australia.
 Penghargaan
  • The General Award for the Arts dari The Society for American-Indonesian Friendship (1978).
  • Hadiah Lukisan Terbaik dalam Biennale yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ, 1981).
  • Anugerah Adam Malik (1986), Affandi Award (1993)
  • Serta Hadiah Pertama The Philip Morris Indonesian Arts Award (1997).
Karya Lukisan
  • Urbanisasi
  • Montir-montir
  • Potret Sumardjono
  • Potret Amir Hamzah
  • Potret Chairil Anwar
  • Mother Crying
  • Berangkat Kerja
  • Labyrinth
  • Istirahat
  • Balada Badut Kota
  • Laskar Kuning
  • Smoking Area
  • Aku
  • Clown
  • Yang Berusaha Tumbuh
  • Dll

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Informasi Lukisan Indonesia Lukisan dan Biografi Dede Eri Supria
Comments
Loading...