Dullah

Pelukis realis dan master lukisan potret

Dullah
0 2.798
Dullah adalah seorang pelukis yang lahir di Solo, Jawa Tengah, 17 September 1919, ia dikenal sebagai seorang pelukis realis. Corak lukisannya realistik. Mempunyai kegemaran melukis portrait (wajah) dan komposisi-komposisi yang menampilkan banyak orang (group). Diakui, Dullah belajar melukis dari dua orang Gurunya yang sekaligus merupakan pelukis ternama, yaitu S. Sudjojono dan Affandi. Meskipun demikian corak lukisannya tidak pernah mempunyai persamaan dengan dua orang gurunya tersebut.
Dullah
Perjalanan Karier
  • Dikenal sebagai pelukis istana selama 10 tahun sejak awal tahun 1950-an, dengan tugas merestorasi lukisan (memperbaiki lukisan-lukisan yang rusak) dan menjadi bagian dalam penyusunan buku koleksi lukisan Presiden Soekarno.
  • Dullah juga dikenal sebagai pelukis revolusi, karena dalam karya-karyanya banyak menyajikan lukisan dengan tema-tema perjuangan selama masa mempertahankan kemerdekaan.
  • Pada waktu perang kemerdekaan II, saat Yogyakarta diduduki oleh tentara Belanda pada 19 Desember 1949 hingga 29 Juni 1950, Dullah memimpin anak didiknya yang masih belum berumur 17 tahun untuk melukis langsung peristiwa-peristiwa selama pendudukan Yogyakarta sebagai usaha pendokumentasian sejarah perjuangan bangsa.
  • Lukisan-lukisan yang dihasilkan ketika itu diulas di surat-surat kabar, bahkan oleh Affandi dinilai sebagai karya satu-satunya di dunia.
  • Ia menulis sajak, beberapa sajaknya dimuat dalam bunga rampai sastra Indonesia, yang di himpun oleh H.B Jassin.
  • Sajaknya Pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan terbit dalam sebuah kumpulan di Pakistan.
  • Sebuah puisinya yang berjudul Anak Rakyat ditulis tahun 1943 dan dimuat dalam Gema Tanah Air.
  • Dullah mendirikan museum pribadi di Solo pada tahun 70-an, dan hingga kini museum tersebut masih representatif dan dikelola oleh pemerintah Kotamadya Surakarta.
Pameran
  • Dullah merupakan salah seorang pelukis realis yang jarang berpameran.
  • Pamerannya bersama anak-anaknya di Gedung Agung (Istana Kepresidenan Yogya) tahun 1978.
  • Pameran itu dilanjutkan 20 Desember 1979 hingga 2 Januari 1980, di Aldiron Plaza, Jakarta. Banyak orang kecewa karena ia tak menjual lukisannya.
  • Dullah termasuk pendiri Himpunan Budaya Surakarta (HBS).
  • Mendirikan sebuah sanggar di Pejeng, Bali.
Bagi Dullah, melukis adalah media untuk berkomunikasi dengan masyarakat. Pada setiap pameran baik didalam atau diluar negeri, karya murid-muridnya ikut disertakan.

Banyak lukisan-lukisannya yang menjadi koleksi pejabat-pejabat penting pemerintahan, kolektor seni baik dalam maupun luar negeri, tokoh masayarakat dan orang terkemuka, diantaranya

  • Presiden pertama RI Soekarno
  • Wakil Presiden pertama RI
  • Muhammad Hatta
  • Adam Malik
  • Mantan Presiden Amerika Serikat Eisenhower
  • Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Walter Mondale
  • Mantan Perdana Menteri Australia Rudolf Menzies
  • museum seni lukis di Ceko.
Karya Lukisan
  • Di depan pura
  • Gadis Bali
  • Gunung Lawu-Jawa Tengah
  • Halimah gadis Aceh
  • Hutan di Gunung Merapi-Jawa Tengah
  • Kebun Sayur
  • Landscape Ngarai
  • Ngarai Minangkabau-Sumatera
  • Pemadangan di Kintamani
  • Pemuda lampung berpakain adat
  • Persiapan gerilya
  • Dll

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Informasi Pelukis Indonesia Karya-karya Dullah
Comments
Loading...