I ketut Budiana

Pelukis Indonesia

I Ketut Budiana
0 3.692

I Ketut Budiana, lahir di Padangtegal, Ubud, Bali, tahun 1950. Berasal dari keluarga pengrajin tradisional yang sangat terampil membuat patung, gambar candi, topeng suci, dan artefak kremasi. Sejak kecil ia sudah menjadi asisten kakeknya, I Made Kari, yang berprofesi sebagai undagi (arsitek tradisional). Kehidupan masyarakat di Banjar Padangtegal, Desa Ubud, Gianyar, yang sebagian besar menekuni seni rupa ikut mendorongnya untuk menekuni dunia kesenian.

Dalam Proses melukis, Budiana selalu mengawalinya dengan semacam ritual yakni pemusatan pikiran, dilanjutkan dengan proses tangannya menari lincah di atas kanvas. Media yang digunakan juga unik dan langka yakni berupa kertas dari serat pelepah pisang buatannya. Bekalangan ia juga menambahkan bahan yang digunakannya untuk melukis yakni pelapah pisang dengan kertas yang secara khusus didatangkan dari Jepang (wasi) dan Eropa.

Perjalanan Karier I Ketut Budiana

  • Menyelesaikan studi di SSRI (Sekolah Seni Rupa Indonesia).
  • Ia memutuskan melanjutkan sekolah di Sekolah Guru Menengah Jurusan Seni Lukis di Singaraja.
  • Selain pendidikan formal, ia juga belajar melukis kepada pelukis asal Belanda yang tinggal di Ubud, Rudolf Bonnet.
  • Ia juga mendatangi pelukis-pelukis angkatan Pita Maha, seperti Ida Bagus Made, Kobot, Sobrat, dan Turas.
  • Perjalanannya mengunjungi para pelukis terkemuka itu membawanya pada kesimpulan untuk memadukan teknik melukis akademis (barat) dengan teknik tradisional Bali.
  • Tahun 1973 ia diangkat sebagai guru honorer di SMSR (Sekolah Menengah Seni Rupa) Denpasar, sekarang jadi SMK Sukawati.
  • Budiana senantiasa menjalani laku tirta yatra sampai India dan Jepang, serta Jawa dan Lombok.
  • Tahun 1997 ia membuat sebuah pura di daerah Kutorejo, dekat dengan Alas Purwo, Jawa Timur.
  • Ia pernah memimpin Yayasan Ratna Wartha.
  • Telah menerbitkan buku otobiografi dalam tiga bahasa, Jepang, Inggris dan Indonesia.
  • Beberapa kali mendapatkan penghargaan nasional dan internasional.

Pameran

  • Seorang kurator asal Jepang tertarik untuk memamerkan karya-karyanya di Tokyo Station Gallery, Jepang, pada tahun 2003.
  • Ia menjadi orang Indonesia kedua, setelah Made Wianta, yang berpameran di galeri yang sangat bergensi di Jepang.
  • Pameran lain yang pernah ia ikuti adalah, Balinese Art Festival (Tokyo, Jepang, 1985),
  • Festival of Indonesia (Amerika Serikat, 1990-1992),
  • World Presidents Organization (Washington, D.C, Amerika Serikat, 1992),
  • Singapore Art Museum (Singapura, 1994),
  • Museum Nasional (Jakarta, Indonesia, 1995),
  • Indonesia-Japan Friendship Festival (Morioka, Tokyo, Jepang, 1997).

Karya Lukisan

Lukisannya banyak di koleksi oleh beberapa museum yang ada di luar negeri dan dalam negeri antara lain, Tropen museum (Amsterdam, Belanda), Museum of Ethnology (Berlin, Jerman), Fukuoka Art Museum (Jepang), Museum Puri Lukisan (Ubud, Bali), Museum Neka (Ubud, Bali), Rudana Museum (Ubud, Bali), dan lain-lain.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Informasi Pelukis Indonesia Budiana, Mengeksplorasi Ikon Spiritual dan Mistikal Bali
Comments
Loading...