Jumaldi Alfi

Pelukis Indonesia

Jumaldi Alfi
0 1.543

Jumaldi Alfi, lahir di Lintau, Tanah Datar, Sumatera Barat, 19 Juli 1973. Ia adalah seorang perupa kontemporer Indonesia.

Jumaldi Alfi

Latar Belakang Karier

Pendidikan

  • Tahun 1933, Sekolah Menengah Seni Rupa Yogyakarta.
  • Tahun 1999, Alfi menyelesaikan pendidikannya di Institut Seni Indonesia, Yogyakarta.
  • Tahun 2010, Alfi mengikuti residensi di Singapore Tyler Print Institute, Singapura.

Ia bersama empat orang rekannya, yaitu Handiwirman Saputra, Rudi Mantofani, Yunizar, dan Yusra Martunus, tergabung dalam Kelompok Seni Rupa Jendela (KSR Jendela) yang lahir dan berbasis di kota Yogyakarta, DIY.

Sebagai pelukis, Jumaldi telah melakukan banyak pameran atau eksebisi, baik di berbagai kota di dalam negeri maupun di luar negeri seperti di Amsterdam, Singapura, Kuala Lumpur, Hong Kong, New York, Shanghai, Beijing, Paris, dan lainnya.

Jumaldi Alfi bersama 20 perupa Indonesia lainnya masuk dalam daftar 500 pelukis terlaris di dunia berdasarkan Top 500 Artprice 2008/2009 yang disusun oleh sebuah lembaga analis perkembangan pasar seni rupa dunia, Artprice, yang berbasis di kota Paris, Perancis.

Pameran

1992

  • Karya Alfi pertama kali dipamerkan dalam pameran bersama pada Festival Kesenian Yogyakarta IV.

1998

  • Pertama kali mengadakan pameran tunggal dengan judul “Rekonstruksi” di (AIKON!), Yogyakarta.

2003

  • Karya Alfi pertama kali dipamerkan di luar negeri, yaitu pada “Passion: Etno Identity” di Cina dan “Infatuated” di Singapura.

2006

  • Alfi pertama kali mengadakan pameran tunggal di luar negeri dengan judul “Alfi” di iPreciation Fine Art Gallery, Singapura.

Pada pameran “ALFI Life/Art#101: Never Ending Lesson”, Alfi menampilkan sembilan lukisan dengan papan tulis sebagai subyek utama, serta sebuah instalasi berupa perahu kayu dengan sesosok tulang belulang diatasnya. Melalui karyanya tersebut, penonton diajak untuk menyaksikan bagaimana Alfi menggunakan pengetahuannya dan proses belajar yang dialaminya dalam dunia seni rupa. Kalimat yang ia tampilkan dalam lukisannya seringkali merupakan pinjaman dari pernyataan seniman yang menjadi pantuan Alfi. Teks tersebut kemudian dipresentasikan seperti sisa-sisa tulisan di papan tulis dengan beberapa kata yang kabur atau terhapus.

Menurut Enin Supriyatno (kurator dalam pameran tunggal Alfi yang berjudul “ALFI Life/Art#101: Never Ending Lesson”), Alfi memiliki dua ciri dalam karyanya. Yang pertama yaitu dari penyajian konten. Alfi dinilai menumpuk berbagai unsur yang akan disajikannya, misalnya : tekstur, batu, coretan, warna, bercak, lansekap, serta teks. Dari hal tersebut, Alfi dinilai dalam berkarya memiliki keterkaitan kuat dengan masa lalunya.  Kemudian ciri yang kedua adalah masalah estetika, yaitu tentang bagaimana Alfi memperlakukan gagasannya mengenai lukisan.

Penghargaan

  • Karya Lukis Terbaik FSR ISI, Yogyakarta (1998)
  • Finalis Indonesian Art Award V (1998)
  • Finalis Indonesian Art Award X (2003)

Karya Lukisan

  • Poem Of Red
  • Our New League
  • Night Walker
  • Lahirnya Seorang Narsis
  • Memoration Series
  • Rajah Mantra
  • White Horse
  • Anorexia
  • Dll

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source https://indoartnow.com/artists/jumaldi-alfi https://www.google.com/search?q=biografi+pelukis+jumaldi+alfi&prmd=inmv&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwj5tv2psKLZAhUFNY8KHWkCAGEQ_AUICigB&biw=320&bih=453#imgrc=8mrCVeiWsMNpaM: http://archive.ivaa-online.org/pelakuseni/jumaldi-alfi-1
Comments
Loading...