Lukisan “2006” Karya Dewa Ngakan Made Ardana

2006 - Dewa Ngakan Made Ardana
0 1.276

Lukisan “2006” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Dewa Ngakan Made Ardana.

 

2006 – Dewa Ngakan Made Ardana
  • Pelukis : Dewa Ngakan Made Ardana
  • Judul : “2006”
  • Tahun : 2006
  • Media : Oil on Canvas
  • Ukuran : –

Deskripsi Lukisan “2006”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya surealis, kontemporer, abstrak, dan realisme. Dengan teknik melukis menggunakan media cat minyak di atas kanvas. Dalam lukisan Dewa Ngakan Made Ardana, objek benda peninggalan masa kolonial (sejarah) atau objek lain, biasanya digambarkan kembali tanpa dikomposisikan dengan benda lain, ditampilkan tunggal dengan latar yang kosong. Sehingga objek itu memancarkan keutuhan visual fotografis yang tak disentuh oleh kegenitan artistik dan memancarkan ambiguitas. Serta menyiratkan makna sejarah bagi masyarakat Indonesia. Kekuatan ini justru muncul dengan permainan ruang bidang kanvas yang kontras dan beberapa tampak dengan potongan–potongan kanvas, seperti bentuk jajaran genjang, bulat, dan sebagainya. 

Objek dan Teknik Lukisan

Karya-karya terbaru perupa Dewa Ngakan Ardana menunjukan hasil penjelajahan dan pengamatan lanjut terhadap estetika lukisan fotorealisme dengan lebih kompleks. Bukan karena hanya memindahkan  imaji–imaji foto benda atau objek yang berasal dari dalam keraton di Jogjakarta secara fotografis, tapi juga merupakan hasil pengamatan kulturalnya melalui benda-benda yang ia temukan. Penggambaran kembali imaji objek dari benda-benda itu ke atas kanvas merupakan caranya untuk menafsirkan kembali secara kritis tradisi melukis alam–benda (still life) dalam seni lukis. Objek–objek tersebut bagi Ardana secara khusus mempunyai ketertarikan tersendiri selain sisi fisik atau permukaan; ornamen, warna, material, fungsi, dan bentuk. Tapi juga menguak aspek kehidupan sosial dan budaya. Karya-karyanya dihasilkan dari menelusuri benda-benda peninggalan kolonial pada abad 19 tersebut mulai dari jalan raya, kereta, mobil, kulkas, dan banyak lagi alat-alat identifikasi diri orang Eropa di tanah jajahan khususnya di Indonesia.

Karya–karya lukisan benda-benda tersebut, sekaligus baginya mempunyai makna bagi sejarah masyarakat Indonesia. Disinilah suatu tahap dimana Ardana tak lagi cukup mengelupas lapisan-lapisan aspek permukaan visual, seperti pada seri bawang maupun potret. Pun menghindari pengamatan cara tradisional maupun modern dalam menggambarkan objek, yang hanya melihat aspek-aspek formal dan susunan benda tersebut. Ia mencoba dengan memasuki tahap dimana mengangkat objek tertentu dengan sudut pandang yang bisa dikatakan induktif. Dalam hal ini metode yang difokuskan pada benda–benda peninggalan kolonial tersebut. 

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://www.galerisemarang.com/ http://www.galerisemarang.com/listwork.php?id=116&page=4 http://kabarnyaindonesia.blogspot.com/2010/06/ac-i-beyond-still-life-by-dewa-ngakan.html?m=1
Comments
Loading...