Lukisan “20251” (Awan Yozeffani)

20251 - Awan Yozeffani
0 3.662

Lukisan 20251 merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Awan Yozeffani.

  • Pelukis : Awan Yozeffani
  • Judul : “20251”
  • Tahun : 2017
  • Media : Acrylic On Canvas
  • Ukuran : 9.8 H x 7.9 W x 0.8 in

Deskripsi Lukisan 20251

Lukisan ini merupakan lukisan children dengan gaya illustration. Dengan teknik melukis menggunakan akrilik di atas kanvas. Dalam lukisan ini pelukis ini menggambarkan tentang seorang anak yang ruang geraknya terbatasi.

Makna Tersirat

Anak-anak zaman sekarang lebih suka bermain video game di dalam kamar atau rumah. Padahal bermain di luar rumah memberikan manfaat positif bagi tumbuh kembang anak.

Dahulu kita mengenal nama permainan petak umpet, lompat tali, petak jongkok, dan sebagainya. Kini, ragam permainan tersebut sudah menjadi pemandangan langka di sejumlah besar sekolah di Tanah Air. Pasalnya, anak-anak yang tumbuh di era digital seperti sekarang lebih piawai bermain aneka gadget.

Berdasarkan penelitian di beberapa negara, termasuk di Indonesia, anak-anak masa kini lebih banyak yang bermain indoor. Kondisi ini juga didukung oleh persetujuan dari orangtua yang merasa anak lebih aman dan mudah diawasi ketika beraktivitas di dalam rumah, agar terhindar dari penculikan yang kian marak terjadi belakangan ini.

Pada sekolah-sekolah tertentu, para guru juga melarang murid-muridnya bermain di halaman sekolah. Para siswa diminta untuk tetap berada di dalam ruang kelas, dengan alasan keamanan dan mudah dipantau.

Sebenarnya tidak ada yang salah membiarkan anak bermain di dalam rumah, yang menjadi masalah adalah pilihan permainannya. Sebab banyak orangtua yang telah memperkenalkan dan membiarkan anak bermain gadget, dengan alasan supaya cepat mawas terhadap perkembangan teknologi.

Menurut Mayke S Tedjasaputra, Play Therapist, mengatakan bahwa anak-anak butuh waktu bermain di luar rumah. Sebab, meskipun berada di dalam rumah, bukan berarti anak terhindar dari bahaya. Di dalam rumah pun anak berpotensi mengalami “kecelakaan” seperti tersengat listrik, menginjak pecahan kaca, dan sebagainya.

Dibanding permainan indoor yang membatasi ruang gerak anak, kegiatan bermain di luar rumah ini akan memberi kesempatan agar tubuh lebih aktif bergerak, tubuh menjadi lebih sehat. Selain itu juga dapat membuat tubuh lebih aktif, terampil, dan fleksibel sebagai modal dasar kemampuan berolah raga.

Manfaat lain dari membiarkan anak bermain di luar rumah, beberapa di antaranya adalah mengasah kemampuan sosialisasi anak, meningkatkan daya komunikasi, menambah banyak teman, mengembangkan rasa empati dan toleransi terhadap sesama. Hal-hal tersebut memiliki peran penting dalam membangun konsep diri yang positif dan fondasi anak-anak, terutama saat kelak mereka memasuki dunia kerja, berorganisasi, dan membangun keluarga.

Selain itu, dengan bermain di luar ruangan, anak-anak juga akan lebih sehat dan kuat karena mendapatkan cahaya matahari yang cukup.

Membatasi ruang gerak anak bukanlah jalan terbaik dalam hal mendidik anak. Justru ketika anak merasa dibatasi ruang geraknya, ia akan merasa stress dan tidak berkembang seperti seharusnya.

Sebagai orang tua, akan jauh lebih baik jika kita mendukung atau memberikan support agar si anak merasa di dukung dan punya kekuatan sendiri dalam menghadapi dunia. Yang perlu dilakukan adalah hanya memberi penjelasan kepada anak gambaran berbagai hambatan dan persiapan untuk mewujudkan keinginannya tersebut.

Imajinasi anak memang berkembang seiring dengan berkembangnya kemampuan berbicara. Dan menjadi sarana bagi anak untuk belajar memahami realitas keberadaan dirinya juga lingkungannya.

Imajinasi lahir dari proses mental yang manusiawi. Proses ini mendorong semua kekuatan yang bersifat emosi untuk terlibat dan berperan aktif dalam merangsang pemikiran dan gagasan kreatif, serta memberikan energi pada tindakan kreatif.

Kemampuan imajinatif anak merupakan bagian dari aktivitas otak kanan yang bermanfaat untuk kecerdasannya.

Bahwa kehidupan anak-anak adalah kehidupan yang paling surgawi, penuh keberanian, khayalan dan senda gurau. Mata anak-anak bebas dari hukum proporsi, komposisi, prespektif, dan logika, sehingga apa yang mereka visualkan adalah kejutan di mata dewasa.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Saatchiart.com https://www.saatchiart.com/art/Painting-No-20251/920728/3794365/view http://lifestyle.kompas.com/read/2014/04/02/1217480/Jangan.Melarang.Anak.Bermain.di.Luar.Rumah
Comments
Loading...