Lukisan “20253” (Awan Yozeffani)

“Take me out for a walk wherever you want to go”

20253 - Awan Yozeffani
0 1.395

Lukisan 20253 merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Awan Yozeffani.

20253 – Awan Yozeffani
  • Pelukis : Awan Yozeffani
  • Judul : “20253”
  • Tahun : 2017
  • Media : Acrylic On Canvas
  • Ukuran : 9.8 H x 7.9 W x 0.8 in

Deskripsi Lukisan 20253

Lukisan ini merupakan lukisan children dengan gaya illustration. Dengan teknik melukis menggunakan akrilik di atas kanvas. Dalam lukisan ini pelukis ini menggambarkan tentang imajinasi kepasrahan seorang anak untuk dibawa berjalan kemanapun.

Makna Tersirat

Mewujudkan cita-cita anak adalah merupakan salah satu bentuk dari tanggung jawab kita sebagai orang tua. Untuk dapat mencapai tujuan itu tentu kita harus mempersiapkan dan memenuhi kebutuhan dari anak akan ‘ruang’ baginya untuk dapat mengekspresikan bakat-bakatnya. Dengan begitu kita bisa melihat kearah mana minatnya si anak tersebut yang berujung kepada cita-citanya. Dengan memiliki cita-cita sejak dini tentu hal itu akan berdampak positif bagi perkembangan kecerdasan sang buah hati kita tersebut.

Jika anak sejak dini sudah mengenal bakat mereka sendiri dan mengetahui apa yang seharusnya dia lakukan nanti agar cita-citanya bisa tercapai. Tentu anak akan belajar dengan lebih semangat dan bersungguh-sungguh. Apa lagi jika ia mengetahui, bahwa apa yang di pelajarinya dalam menempuh pendidikan formal maupun informal nanti, akan mengantarkannya pada cita-cita yang memang sudah di impikannya.

Pada awal ketika kita menanyakan cita-cita kepada anak, tentu kita akan mendapat jawaban yang beraragam. Berbagai jenis Profesi dan pekerjaan sehari-hari yang dilihatnya tentu dapat menjadi alasan bagi mereka untuk mengatakan bahwa ia tertarik melakukannya. Tak jarang pekerjaan seperti Guru, Dokter, Polisi dan bahkan Artis sekalipun akan menjadi pilihan bagi si anak sebagai bentuk cita-citanya.

Adakalanya cita-cita anak berbenturan dengan keinginan dari orang tua. Terkadang ada orang tua yang memiliki keinginan tersendiri terhadap masa depan anaknya, seperti ingin meneruskan cita-citanya yang dulu tidak kesampaian, biasanya orang tua tersebut akan mengarahkan anaknya ke arah itu. Padahal anak belum tentu tertarik atau memiliki bakat kearah itu. Hal ini menjadi wajar-wajar saja dan sesuatu yang lumrah terjadi ditengah masyarakat kita.

Ada baiknya orang tua tidak terlalu melarang anak memiliki atau membayangkan cita-cita sendiri, Karena dengan demikian akan membantu merangsang kemampuan berpikir anak dalam banyak hal dalam mengembangkan pemikirannya sendiri.

Ketika anak berpikir tentang cita-cita, mereka tentunya ia akan berusaha sebisa mungkin untuk mewujudkannya. Tinggal kita sebagai orang tua memfasilitasi dan memotivasi si anak agar ia dapat mewujudkan apa yang mereka inginkan tersebut. Hal ini sekaligus juga akan merangsang kemampuan anak untuk berprestasi dalam belajar dan kehidupan sehari-harinya. Hal sebaliknya akan terjadi jika kita ‘sibuk’ melarang anak untuk memikirkan cita-citanya, tentu mereka akan merasa dibatasi dan cenderung menjadi malas untuk meraih berprestasi dan kehilangan motivasi.

Akan jauh lebih baik jika kita sebagai orang tua mendukung atau memberikan support agar anak merasa di dukung dan punya kekuatan sendiri dalam menghadapi tantangan guna mewujudkan cita-citanya. Yang perlu kita lakukan adalah hanya memberi penjelasan kepada anak tentanf gambaran berbagai hambatan dan persiapan untuk mewujudkan cita-citanya tersebut.

Setelah orang tua bisa membuat anak nyaman dan mengerti akan apa yang harus ia lakukan, maka sang anak akan mau diajak dan diarahkan kemanapun tanpa mersa terpaksa.

Imajinasi anak memang berkembang seiring dengan berkembangnya kemampuan berbicara. Dan menjadi sarana bagi anak untuk belajar memahami realitas keberadaan dirinya juga lingkungannya.

Imajinasi lahir dari proses mental yang manusiawi. Proses ini mendorong semua kekuatan yang bersifat emosi untuk terlibat dan berperan aktif dalam merangsang pemikiran dan gagasan kreatif, serta memberikan energi pada tindakan kreatif.

Kemampuan imajinatif anak merupakan bagian dari aktivitas otak kanan yang bermanfaat untuk kecerdasannya.

Bahwa kehidupan anak-anak adalah kehidupan yang paling surgawi, penuh keberanian, khayalan dan senda gurau. Mata anak-anak bebas dari hukum proporsi, komposisi, prespektif, dan logika, sehingga apa yang mereka visualkan adalah kejutan di mata dewasa.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Saatchiart.com https://www.saatchiart.com/art/Painting-20253/920728/3794412/view https://www.kompasiana.com/hr76211/menuntun-anak-meraih-asa-mewujudkan-cita-cita-anak_57cc392a04b0bdf45b28c5a2
Comments
Loading...