Lukisan “Aku Di Dalam Aku, Tetap Aku” (Valentino Tino)

Aku Di Dalam Aku, Tetap Aku - Valentino Tino
0 3.481

Lukisan Aku Di Dalam Aku, Tetap Aku merupakan beberapa tema karya perupa seni lukis Indonesia, Valentino Tino.

Aku Di Dalam Aku, Tetap Aku – Valentino Tino
  • Pelukis : Valentino Tino
  • Judul : “Aku Di Dalam Aku, Tetap Aku”
  • Tahun : –
  • Media : Oil On Canvas
  • Ukuran : 27.6 H x 11.8 W x 1.2 in

Deskripsi Lukisan Aku Di Dalam Aku, Tetap Aku

Lukisan ini merupakan lukisan nature, abstrak, konseptual dengan gaya dadaisme. Dengan teknik melukis menggunakan bahan cat minyak di atas kanvas.

Dalam lukisan ini, pelukis menggambarkan imajinasinya tentang  makna “Aku tetap aku”

Makna Lukisan

Kita selalu menyebut diri kita seperti Aku. Kita berkata, “Inilah aku”, “Aku memilikinya”, “Ini adalah tubuhku”, “Akulah nama”, dan “nama ayah aku adalah miliknya”, dan memang seperti itu.

Pernahkah kita bertanya-tanya siapa aku? Apa aku itu Siapa aku

Lukisan ini berisi penjelasan tentang Aku. Dari penjelasan atau penjelasan ini, pembaca akan dapat memiliki sedikit informasi mengenai apa dan siapa diri “Aku”.

Sebenarnya “Aku” milik kita adalah Roh kita, bukan badan kotor ini. Badan kotor ini akan mati jika tidak ada Roh. Jika tidak ada Roh, tubuh kita akan hancur.

Roh kita adalah diri sejati kita, Roh ini hidup dan tidak akan mati. Roh juga merupakan substansi kita.

Roh ini juga merupakan kelimpahan dari Yang Maha Esa. Tuhan hidup, Ia memiliki sifat hidup. Jadi hidup kita (Roh) adalah kelimpahan hidup Tuhan.

Roh ini juga disebut “bayangan” Hidup Yang Hidup. Roh adalah bayangan Bayangan Whaler. Bayangan Bayangan adalah Tuhan, dan Roh kita adalah “bayangan Allah”.

Jadi pendapat anggota Sufi, Tuhan tidak terlihat, Supernatural dan tidak ada yang seperti Dia. Bagaimana kita bisa mengetahui sesuatu yang tak terlihat dan tak terlihat? Seperti angin, kita tidak melihat angin, tapi bagaimana kita tahu angin bertiup dan ada angin? Jawabannya adalah, kita tahu angin karena pengaruhnya. Saat daun bergoyang, kita tahu angin bertiup kencang. Jika kita merasa tertiup angin, maka itu embusan angin, seterusnya. Daun dan bunga daun adalah tanda angin. Kita tidak melihat angina tapi kita tahu angina melalui tanda-tandanya.

Begitu juga situasinya dengan Tuhan. Kita tidak melihat Nya, tapi kita merasakan dan percaya kepadaNya melalui tanda-tandaNya. Tanda-tanda Tuhan adalah alam semesta ini. 

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Saatchiart.com https://www.saatchiart.com/art/Painting-Aku-di-dalam-aku-tetap-aku/755424/2299755/view https://translate.googleusercontent.com/translate_c?depth=1&hl=id&nv=1&prev=search&rurl=translate.google.com&sl=ms&sp=nmt4&u=http://www.jalansufi.com/aku/&usg=ALkJrhjlA6RGVByAwf_aymJTplKVUXLq2w
Comments
Loading...