Lukisan “Among Three Faces” (Fauzie As’ad)

Among Three Faces - Fauzie As'ad
0 7.008

Lukisan Among Three Faces merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Fauzie As’ad.

Among Three Faces – Fauzie As’ad
  • Pelukis  : Fauzie As’ad
  • Judul : “Among Three Faces”
  • Ukuran  : 36 cm x 36 cm
  • Tahun  :  2010
  • Media : Acrylic On Canvas

Deskripsi Lukisan Among Three Faces

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya abstrak ekspresionisme. Teknik pengecatan lukisan menggunakan bahan akrilik di atas kanvas. Lukisan ini menggambarkan tentang waktu yang selalu berlalu. Kita tidak bisa mengendalikan waktu. Setiap baris dalam lukisan ini berbicara tentang setiap langkah dalam perjalanan kita. Kami selalu meninggalkan ‘catatan’ dalam hidup kita.

Makna Tersirat

The Faces (Wajah) adalah siratan dari lukisan ini yang menggambarkan wajah-wajah abstrak. Warna putih, hijau dan merah tua mendominasi lukisan yang bermakna kesederhanaan, keseimbangan, persahabatan, kekuatan yang bisa merangsang kreativitas dan menyenangkan fikiran.

Dalam dunia melukis pemakaian warna itu sangat penting agar sebuah lukisan lebih terlihat hidup dan menarik. Sebuah lukisan akan terlihat sangat lebih baik apabila lukisan tersebut terlihat nyata dengan objek aslinya. Selain keselarasan antara warna dengan objek yang perlu di perhatikan juga bahwa warna memiliki sebuah arti yang cenderung menjelaskan dan menekan kan sebuah objek. Begitupun dalam lukisan Among Three Faces.

Setiap wajah manusia, menggambarkan  karakter yang berbeda. Dalam memahami sifat dan karakter orang lain, kita sering mengamati wajah orang yang kita hadapi. Terutama saat kita berhadapan atau sedang berbicara. Tetapi, kita sering melakukan penilaian yang keliru terhadap sifat dan karakter seseorang melalui penglihatan kita terhadap bentuk wajahnya. Maka dari itulah ada ahli fisiognomi.

Namun dalam makna lain, pada zaman ini banyak sekali manusia yang sibuk mencari wajah. Memakai wajah mana untuk dipasang di suatu keadaan yang berbeda. Mungkin kita lupa bahwa hidup menjadi diri sendiri lebih bermakna dibandingkan hidup menjadi apa yang orang lain inginkan. Karena itu akan membuat kita lelah saat terus menerus mengikuti trend dan menjadi dogmatis. Manusia diciptakan dengan keaneka ragamannya, tidak perlu takut menjadi diri sendiri untuk mendapatkan eksistensi. Berhenti menjadi pengikut, belajar memperbaiki diri sendiri tanpa bingung menghadapi dunia yang berubah dalam hitungan kurang dari satu detik. Karena jika terus mengikutinya kita akan tergulung.

Menjadi pribadi yang berprinsip tanpa menutup diri adalah salah satu pertahanan hidup yang manusiawi. Wajah dan topeng itu akan terus berganti. Dan inilah saatnya kita tetap mempertahankan eksistensi diri tanpa menjadi diri orang lain.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://sinsinfineart.com/fauzie-asad.html http://sinsinfineart.com/vlb_files/vlb_images_fauzieasad/fauzieasad_amongthreefaces_acryliconcanvas_36x36_2010.jpg
Comments
Loading...