Lukisan “Asikin Soltan” Karya Rusdi Trunajaya

Asikin Soltan - Rusdi Trunajaya
0 5.542

Lukisan “Asikin Soltan” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Rusdi Trunajaya.

Asikin Soltan – Rusdi Trunajaya
  • Pelukis : Rusdi Trunajaya
  • Judul : “Asikin Soltan”
  • Tahun : –
  • Media : Oil on Canvas
  • Ukuran : –

Deskripsi Lukisan “Asikin Soltan”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya realisme. Dengan teknik melukis menggunakan media cat minyak di atas kanvas. Karya Rusdi dikenal dengan gaya realisme sosialisnya. Lukisan ini menggambarkan figur Azikin Solthan.

Azikin Solthan terpilih menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mewakili Dapil Sulawesi Selatan I setelah memperoleh 57,352 suara. Azikin adalah birokrat handal dari Makassar.  Azikin adalah mantan Bupati Bantaeng (1998-2008) dan menjadi Staf Ahli Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (2003-sekarang).

Karya-karya Rusdi umumnya bertemakan keseharian rakyat dan potret pekerja seperti petani, nelayan, dan buruh. Hal ini berkorelasi dengan asas seni rupa kerakyatan yang menekankan rakyat kecil sebagai pokok soal. Namun, sekalipun Rusdi sering menghasilkan karya beraliran realisme sosialis, pada kenyataannya karya-karya yang dihasilkan tidak menjadi kaku dan seragam.

Karakteristik Karya

Tahapan Analisis memperlihatkan bahwa karya Rusdi menampilkan visual yang berbeda daripada sekadar meniru gaya realisme sosialis Uni Soviet dan Tiongkok, terutama dapat dilihat pada lukisannya. Rusdi memiliki kencenderungan berkeseniannya sendiri.

Kesimpulan dari penelitian yang pernah dilakukan untuk menganalisis karya Rusdi adalah korelasi antara realisme sosialis dengan karya para Rusdi lebih merupakan sebuah semangat daripada sebuah gaya yang mudah dilihat secara visual.

Tema Lukisan

Tema utama karyanya mencakup kehidupan rakyat biasa dan perjuangan melawan kolonialisme Belanda dan Jepang. Sayangnya, karena alasan ideologi, di Indonesia sendiri tidak banyak tersisa karya sosialis miliknya dari era 1950 – 1960-an.

Fungsi penyadaran pada karya Rusdi lebih dekat sebagai deskripsi sosial dibandingkan ekspresi politik dan ideologi. Deskripsi sosial menunjukkan bagian kecil dalam kehidupan yang sering kali berlalu begitu saja. Seperti dalam disertasi Chernyshevsky, realitas selalu hadir di hadapan seseorang sehingga tidak ada keistimewaan saat berhadapan dengannya. Seni berfungsi untuk mengingatkan publik pada aspek kehidupan yang sering kali berlalu begitu saja. Oleh karena itu tema kaum kecil dan potret keseharian menjadi paling sering diangkat, agar publik disadarkan pada keberadaan mereka. Ini juga untuk mengingatkan publik bahwa mereka merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Bagi rakyat kecil, lukisan -lukisan Rusdi memiliki fungsi agar mereka merasa memiliki karya seni tersebut.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://arsip.galeri-nasional.or.id/ http://arsip.galeri-nasional.or.id/ http://lingkarsenibudayaluwutimur.blogspot.com/2011/11/mengenang-rusdi-trunajaya.html?m=1
Comments
Loading...