Lukisan “Ayah” Karya Kusnadi

Ayah - Kusnadi
0 6.431

Lukisan “Ayah” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Kusnadi.

Ayah – Kusnadi
  • Pelukis : Kusnadi
  • Judul : “Ayah”
  • Tahun : 1942
  • Media : Pastel on Cardboard
  • Ukuran : 30 cm x 40 cm

Deskripsi Lukisan “Ayah”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya ekspresionisme. Dengan teknik melukis menggunakan media pastel di atas kardus. Dalam lukisan ini pelukis menggambarkan potret seorang lelaki tua yang ia panggil “ayah”. Mengenakan kain penutup kepala serta janggut dan kumis yang sudah memutih. Sebagai pelukis, Kusnadi membuat karya yang berbobot dan punya sentuhan artistik tinggi.

Karyanya tidak menonjolkan kepiawaian teknik, namun mempunyai karakter yang khas. Kepekaannya terhadap hal-hal yang artistik kerap menakjubkan.

Perjalanan Karir

Kusnadi dikenal sebagai pelukis kritik seni generasi awal Indonesia. Mulai melukis sejak umur 21 tahun di Purworejo secara otodidak. Selama pendudukan Jepang ia pergi ke Jakarta tempat ia berhubungan dekat dengan Sudjojono serta Affandi di Putera; ia menerima pelatihan teknik seni menggambar dari Basuki Abdullah di Pusat Kebudayaan yang disponsori Jepang. Satu dari tugasnya di Jakarta adalah sebagai desainer pada sebuah studio film.

Seni Rupa Baru Menurut Kusnadi

Kusnadi beranggapan bahwa seniman muda Indonesia berkarya dengan mengaburkan unsur – unsur estetis yang dibangun didalamnya.

Salah satu pameran yang pernah digelar di Taman Ismail Marzuki Jakarta menurut Kusnadi tidak lain adalah kegiatan pameran yang dilakukan oleh “anak muda yang belum dewasa”. Beberapa karya dianggap plagiatis dan tidak menunjukkan sesuatu yang baru. Tidak menunjukkan kedewasaan seni rupa baru Indonesia dengan memamerkan karya – karya vulgar dan sarat akan pornografi. Seperti salinan patung Ken Dedes yang diberi celana jeans dengan resleting terbuka dan memperlihatkan kemaluannya. Hal ini tentu menodai hasil kebudayaan Indonesia pada masa lampau.

Sangat di sayangkan kariernya sebagai pelukis justru di tinggalkan bersamaan dengan pilihannya untuk lebih menggeluti penulisan seni, bidang yang menurutnya sangat kurang diperhatiankan.

Para pengamat seni yakin, bila ia terus berkarya sebagai pelukis, pasti Kusnadi masuk ke dalam jajaran pelukis penting.

Namun, bagaimanapun juga jasanya terhadap perkembangan dunia seni rupa Indonesia sangat besar. Dedikasinya untuk seni sulit di cari tandingannya.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://archive.ivaa-online.org http://archive.ivaa-online.org/pelakuseni/kusnadi-1 https://books.google.co.id/books?id=BClIDwAAQBAJ&pg=PA47&lpg=PA47&dq=lukisan+karya+kusnadi&source=bl&ots=iaANvgwWQn&sig=5aLTppkrRJHFqS-aFJmaNOUxnqI&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwiR89r2yp7fAhULMo8KHRD-DgIQ6AEwE3oECAgQAQ
Comments
Loading...