Lukisan “Baking Idea” Karya Oktaravianus Bakara

Baking Idea - Oktaravianus Bakara
0 1.290

Lukisan “Baking Idea” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Oktaravianus Bakara.

Baking Idea – Oktaravianus Bakara
  • Pelukis :Oktaravianus Bakara
  • Judul : “Baking Idea”
  • Tahun : –
  • Media : Mixed Media
  • Ukuran : 31 H x 24 W x 2 in

Deskripsi Lukisan “Baking Idea”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya kontemporer, abstrak. Dengan teknik melukis menggunakan media campuran.

Dalam setiap karyanya, pelukis terinspirasi oleh sosok Vincent van gogh yang selalu setia pada cita-cita kejujuran dalam mempertahankan kedewasaan artistiknya di tengah godaan masa depan.

Pernyataan Pelukis

Karya ini adalah karya yang terinspirasi oleh pengalaman memecah file lama dari perpustakaan konsep saya sendiri. Lalu memunculkan ide lama yang merupakan bahan bakar untuk ide-ide baru.

Mengubah dan menyusun bentuk, isi, dan gagasan utama dari gagasan tersebut adalah keberanian. Keberanian untuk menghadirkan visual yang berbeda dalam mencerminkan kehidupan.

Membongkar hal-hal kama bukanlah hal yang tabu. Sebuah karya berdasarkan pemikiran perlu mendapatkan pencerahan dengan membakar segala sesuatu yang kita tidak percaya. Untuk menggantinya dengan keindahan apa yang akan kita regangkan dan tawarkan. Lalu kemudian mendapatkan “asupan” yang bermanfaat bagi mereka yang menikmatinya.

Harapan saya bagi para pecinta karya ini adalah untuk setidaknya dapat merasakan apa yang ada dalam pikiran saya. Tentang ide-ide baru tanpa takut membakar ide-ide lama dan menjadikannya bahan bakar untuk ide selanjutnya dalam kehidupan.

Secara teknis, karya ini merupakan kombinasi dari berbagai media seperti minyak, akrilik, bitumen, cat semprot, kertas karton untuk mendapatkan kesan yang nyata dan spontan sebagai cerminan dari garis ide untuk lini ide berikutnya dalam kehidupan yang ekspresif.

Gaya Lukisan

Sebenarnya cukup beragam gaya dan tema yang telah digeluti Okta. Semuanya tiada ketetapan, semuanya selalu bersifat eksperimentatif mencoba-mencoba walau beberapa yang mungkin tiada berkelanjutan. Katakanlah hanya dua atau tiga kekaryaan yang bergaya seperti itu hingga selanjutnya akan bergaya-gaya yang lain sesuka konteks waktu saat itu yang tentu di kepala Stevan tetap saja menjadi tanda tanya “beginikah aku” saat ini (secara psikis)? Di sinilah wagu-wagu itu terlahir sebagai kekaryaan yang tidak meragukan secara wujud.

Tema Lukisan

Oktara, seorang perupa atau seniman tentu bukan hanya membuat sekedar rupa-rupa, sekedar karya, juga bukan saja cuma guratan dan penyusunan warna belaka, tetapi lebih jauh yaitu mencipta bahasa visual, berupa aktivitas dua arah; dialog timbal balik antara pola pikir dan pola di dalam kehidupan senimannya.

Begitulah Okta menemukan pola pikir “baru” dalam karyanya, dari apa yang akan terlukis berangkat dari ide pikiran, imajinasi, mimpi, naluri, nurani, dan pemahaman pengalaman secara personal. Jadi keontetikan akan terlihat dalam laku eksistensialnya berupa lelaku yang selalu berkehendak untuk berubah yang sejalan dengan apa yang telah ditemukannya.

Teknik Lukisan

Dalam karya-karyanya, Okta memiliki karakter stroke sapuan dari keberangkatan inspirasinya sehingga proses berkreasinya juga memiliki nuansa yang unik.

Okta memilih minyak medium, akrilik, tinta permanen, enamel adalah konsep yang memadukan penggabungan media untuk menggabungkan secara alami sesuai dengan filosofi alam yang ia angkat dalam seni.

Proses Dalam Berkarya

Okta tidak benar-benar mengikuti perintah “kebutuhan”nya kecuali keinginan-keinginan yang mungkin pada keterbatasan di rentang waktu yang amat pendek.

Artinya gaya pengungkapannya akan berputar-putar untuk sekedar memenuhi bidang gambar yang sebenarnya cara yang disampaikan adalah hanya untuk menggunakan cara “yang ini” atau dengan cara “yang itu” yang tentu adalah bukan benar-benar sebagai konflik yang harus dipecahkan.

Begitu instinktif, karena sebenarnya Okta belum benar-benar mewujudkan interaksi-interaksi itu untuk bisa berjarak hingga menumbuhkan keotentikan keunikannya.

Karya Okta mengalir begitu saja menuruti kata hatinya, begitu mengalir walau mungkin ia tidak pernah sadar bahwa aliran itu sebenarnya adalah aliran yang sama, yaitu apapun yang tertoreh adalah begitu saja.

Okta berharap para pecinta seni yang melihat karya ini, bisa terinspirasi semangat dalam mencapai impian yang bukan merupakan tujuan utama, namun yang terpenting adalah prosesnya.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source https://www.saatchiart.com https://www.saatchiart.com/art/Painting-Baking-idea/589683/4476609/view http://museumdantanahliat.com/past-events/view/tiada-jalan-tengah-pameran-tunggal-oktaravianus-bakara-stevan-sixcio-kresonia/
Comments
Loading...