Lukisan “Bertumpuk dengan Jarak Hitam” Karya Iabadiou Piko

Bertumpuk dengan Jarak Hitam - Iabadiou Piko
0 4.595

Lukisan “Bertumpuk dengan Jarak Hitam” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Iabadiou Piko.

Bertumpuk dengan Jarak Hitam – Iabadiou Piko
  • Pelukis : Iabadiou Piko
  • Judul : “Bertumpuk dengan Jarak Hitam”
  • Tahun : 2016
  • Media : Mixed Media on Canvas
  • Ukuran : 200 cm x 200 cm

Deskripsi Lukisan “Bertumpuk dengan Jarak Hitam”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya abstrak. Dengan teknik melukis menggunakan media campuran di atas kanvas. 

Karya Piko menggambarkan ekspresi, memori perilaku, dan perasaan pribadi yang cemas tentang persepsi realitas material, fantasi, dan transformasi manusia. Hal ini terinspirasi dari corat-coret, garis, gambar, tayangan, bentuk, warna, dan lingkungan yang ia lihat.

Di kanvasnya, kita akan merasa seperti melihat suatu objek yang kita kenali (laut, pohon, binatang, dan lainnya), tetapi juga dibuat ragu akibat adanya garis, warna, dan bentuk yang menumpuk di tempat yang sama.

Karakteristik Karya

Karya-karya Piko kerap menggambarkan kehidupan sehari-hari dengan abstrak, figuratif, dan puitis. Piko menciptakan media lukisan dan fotografi. Serta terinspirasi dari orang-orang yang ia temui sehari-hari dan lingkungan sekitarnya.

Pelukis asal Sumatera ini mengatakan bahwa yang ia lukis adalah “pemandangan”, dalam arti objek yang kita pandang, ditambah semua yang mengganggu pandangan kita saat memandangnya. Ia berujar, “Ketika kita melihat sebuah pemandangan, mata kita tidak begitu saja melihatnya, ada konflik yang kita lewati sebelum sampai ke sana berupa angin atau benda-benda lain.”

Pada karya Piko, ruang bukan sebatas arsitektur, melainkan juga lapisan-lapisan yang terbentang dalam jangkauan pandangan mata. Sehingga, yang disebut ruang ini tidak lagi kaku batasannya dan menjadi lebih luas.

Tapi ia sadar betul bahwa yang memandang karyanya belum tentu berpikir ke sana. “Saya memberi peluang pada audien untuk melihat ruang itu dengan cara lain sesuai asosiasi bebas mereka. Karena, sebetulnya waktu mereka melihatnya, mereka sedang memiliki ruangnya sendiri.”

Tema dan Media Lukisan

Jika membandingkan dengan karya-karya lama Piko yang dibuat tahun 2017, kini lukisannya lebih menunjukkan eksperimen-eksperimen yang dilakukan si seniman. Eksplorasi material dan warna adalah contohnya.

Karya berjudul “Di Ujung Waktu yang Bersembunyi”, “Di Ujung Lurus yang Berkabut” , dan “Di Antara Ilalang Kering yang Menusuk Jiwa Biru”, misalnya, memakai bitumen sebagai materialnya. Bahan ini biasa dipakai untuk bahan aspal.

Di lukisan Piko, bitumen membuat tekstur yang timbul dan kasar. Bidang kanvas dipenuhi oleh alur-alur monoton dalam warna kelabu monoton, menghadirkan citraan yang lebih solid.

Permainan Warna

Dari segi warna, karya-karyanya kini terlihat lebih segar. Iabadiou Piko kelihatan sudah mulai berani memakai warna-warna yang jarang ia coretkan sebelumnya. Pada karyanya yang terdahulu, kita menemukan warna-warna yang itu-itu saja (monoton). Biasanya warna gelap bertemu dengan gelap, atau warna cerah tapi berulang di hampir seluruh karyanya.

Dan kini, pada karya-karya seperti “Cahaya Hitam Meruang di Sekujur Tubuh Kuning yang Senyap Sunyi Biru di Antara Sepotong Jiwa yang Bisa Berlalu” atau “Menembak Biru yang Perlahan Menghitam, Membakar Pesona Angin yang Diam pada Sekujur Jiwa yang Kembali Memutih”, kita dapati suasana yang lebih cerah dan penuh permainan warna. Kita di ajak menikmati permainannya, memasuki ruang-ruang dalam kanvas dan di kepala kita sendiri.

Catatan Kuratorial

Sebagaimana yang diutarakan Chabib Duta Hapsoro, praktik melukis Piko memang “tak terbahasakan”. Ia melukis dengan spontan. Sebuah lukisan ditetapkan selesai atau belum berdasarkan perasaannya sendiri. Namun, ternyata praktik demikian masih memberi kita kejutan.

Di era yang semakin fotografis seperti sekarang, citraan Labadiou Piko bisa dianggap wahana visual alternatif yang lebih bebas kita maknai

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia

Source https://www.saatchiart.com/ https://indoartnow.com/artists/iabadiou-piko https://sarasvati.co.id/exhibition/08/tersesat-dalam-seluk-beluk-ruang-pandang/
Comments
Loading...