Lukisan “Bhratayudha” Karya Soedjono Abdullah

Bhrathayudha - Soedjono Abdullah
0 12.222

Lukisan “Bhratayudha” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Soedjono Abdullah.

Bhratayudha- Soedjono Abdullah
  • Pelukis : Soedjono Abdullah
  • Judul : “Bhratayudha”
  • Tahun : –
  • Media : Oil on Canvas
  • Ukuran : 70 x 122 cm

Deskripsi Lukisan “Bhratayudha”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya naturalisme, impressionisme. Dengan teknik melukis menggunakan cat minyak di atas kanvas. Dalam lukisan ini, pelukis menggambarkan sosok yang sedang menunggangi kuda dan memanah. Baratayuda, adalah istilah yang dipakai di Indonesia untuk menyebut perang besar di Kurukshetra antara keluarga Pandawa melawan Korawa. Perang ini merupakan klimaks dari kisah Mahabharata, yaitu sebuah wiracarita terkenal dari India.

Karakteristik Karya

Melengkapi keluarga Abdullah, Soedjono Abdullah adalah anak dari Abdullah Suriosubroto, kakak dari pelukis kenamaan Basoeki Abdullah dan tokoh seni patung Tridjata Abdullah. Seperti halnya sang ayah, karya Soedjono juga diklasifikasikan sebagai Mooi Indie karena sebagian besar lukisannya bercirikan panorama nusantara yang indah.

Soedjono Abdullah seringkali melukiskan tentang keindahan alam serta panoramanya, seperti hamparan sawah yang dipenuhi tumbuhan padi, kerbau, dan petani yang menjadikan suasana begitu romantik. Ia selalu menggambarkan panen padi jadi lebih indah. Alam pedesaan adalah objek lukisan alam yang paling banyak mempengaruhi lukisan Mooi Indie pada zamannya.

Romansa gotong royong dalam kehidupan masyarakat pedesaan pun tak luput diabadikan oleh para perupa seni lukis dari dahulu bahkan hingga kini. Lukisan tentang kehidupan petani terlukiskan dengan begitu sempurna dan apik di atas kanvas mereka, termasuk oleh Soedjono Abdullah.

Soedjono Abdullah memang sering melukiskan secara langsung aktivitas petani yang sedang menggarap tanahnya. Bahkan ada pula lukisan alam desa dengan suasana panen raya, figur petani memakai topi sedang memotong padi yang sudah menguning atau beberapa ekor kerbau sedang digembalakan di tepian sungai.

Ia juga banyak menyuguhkan pemandangan pepohonan hijau yang rimbun di atas kanvasnya. Kini, dengan semakin mengglobalnya modernisasi, panorama alam yang bak surgawi pun semakin menghilang keberadaannya. Sehingga sebagian jejak-jejaknya hanya bisa kita nikmati lewat karya yang tercipta pada masa tersebut.

Tidak bisa dipungkiri, bentangan persawahan sekarang sudah ditumbuhi gedung-gedung yang kian berkembang luasnya. Hutan nan asri serta hijau kini berganti sudah menjadi hutan beton dan besi. Dampaknya sudah pasti para penghuni alam sebagai penyeimbang berangsur punah. Hewan semakin terdesak bahkan tak mendapat tempat yang layak lagi. Keberadaan mereka sudah terampas oleh perkembangan zaman yang terus berubah. Semakin hari tak terdengar lagi kicauan burung, semilir angin yang berisik serta sejuk.

Dalam rangka membentangkan panorama alam romantik kembali, bukan hanya ketertarikan perupa lokal sekelas Soedjono Abdullah, tetapi juga seniman asing. Seperti Leo Elland, J. Frizts Ohl, dan W. J. Frederick Imandt, yang menyuguhkan keindahan alam di tanah Jawa lewat karyanya. Mereka telah mempengaruhi aktivitas seni rupa Nusantara dalam teknik pengungkapan objek.

Teknik Lukisan Soedjono Abdullah

Dalam sejarah, ada teknik yang memang menjunjung tinggi nilai keindahan dalam setiap tema lukisan yakni gaya Mooi Indie. Gaya Mooi Indie ini adalah pengaruh yang pada masa kolonial tumbuh subur di Nusantara yaitu melukis lansekap (pemandangan alam). 

Walaupun ada perupa yang memang menentang kecenderungan bentukan lansekap yang krusial itu yakni S. Soedjojono dan kawan-kawan. S. Soedjojono tidak menyukai warna-warna yang terlalu didramatisir hingga akhirnya merekayasa bentuk. Namun tema ini tak tergoyahkan hingga kini.

Terlepas dari itu, Soedjono Abdullah memang ada penafsiran lain yakni lukisan lansekap yang mempunyai konsep tersendiri. Lukisan alam gaya atau hasil karya Soedjono Abdullah memiliki tempat tersendiri dalam kancah seni rupa Nusantara, tapi belum banyak diulas. Lukisan panorama alam tentang kehidupan masyarakat agraris adalah bukti bahwa ia tidak ingin keindahan alam di Indonesia hanya menjadi cerita tanpa jejak nyata.

Semua memori tentang keindahan bumi persada ini ia buat dalam bentuk lukisan yang membuatnya merasakan kenyamanan dalam hidup. Sekilas lukisan panorama alam romantik begitu membawa ke suasana masa lampau. Nostalgia yang menghanyutkan, ada nuansa haru biru sekaligus auratisme. Pancaran itu muncul satu demi satu lewat kepiawaiannya membuat lukisan alam.

Lukisan Soedjono Abdullah Koleksi Presiden Soekarno

Tema lukisan “Gunung Gede” merupakan lukisan Soedjono Abdullah yang di koleksi oleh Presiden Soekarno yang disimpan di Istana Cipanas. Seperti halnya pelukis Mooi Indie lainnya, Soedjono Abdullah memiliki penekanan pada tiga hal yaitu gunung, sawah, dan pohon kelapa.

Dalam karya-karyanya, Soedjono Abdullah banyak mengambil objek pemandangan pedesaan. Ia mengungkapkan kecintaannya terhadap budaya terutama kebudayaan Jawa dalam setiap coretan kanvas pada lukisannya.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source https://www.mutualart.com/ https://www.mutualart.com/Artwork/Bhratayudha/A3C59FBFDF89B6F9 http://harian.analisadaily.com/mobile/seni/news/membentang-kembali-panorama-alam/77686/2014/11/02
Comments
Loading...