Lukisan “Bird” (Tanto Sutianto)

Bird - Tanto Sutianto
0 1.407

Lukisan Bird merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Tanto Sutianto.

Bird – Tanto Sutianto
  • Pelukis : Tanto Sutianto
  • Judul : “Bird”
  • Tahun : –
  • Media : Acrylic on Canvas
  • Ukuran : 39.4 H x 23.6 W x 1.6 in

Deskripsi Lukisan Bird

Lukisan ini merupakan lukisan fantasi dengan gaya abstrak ekspresionis. Dengan teknik melukis menggunakan akrilik di atas kanvas. Dalam lukisan ini, pelukis mencoba menggambarkan imajinasinya tentang burung merpati.

Makna Lukisan

Siapa yang tidak kenal Merpati? Burung bertubuh gemuk ini dengan sangat mudah ditemukan di permukiman padat penduduk, taman kota, hingga pusat keramaian. Sifatnya yang paling menonjol adalah jinak dan bersahabat. Nama merpati, ternyata sudah melegenda dalam mitologi Yunani sebagai binatang kesayangan Aprodite, dewi tercantiknya negeri para dewa. Kemana Aprodite pergi, merpati siap menemani. Merpati digambarkan sebagai burung yang tidak hanya setia pada tuannya tetapi juga pada pasangannya.

Kisah masyurnya adalah ketika Aphrodite membantu Hippomenes, pangeran dari kota Onkhestos, guna mendapatkan cinta Atalanta, putri Raja Iasus. Kala itu, Aphrodite memberikan apel emas kepada Hippomenes agar ia dapat menaklukkan Atalanta pada perlombaan lari. Dari mitologi ini, merpati sebagai simbol kesuciaan cinta, berkembang. Sedangkan apel, menjadi buah perlambang ungkapan cinta kepada seseorang.

Dalam kehidupan manusia moderen, merpati tidak hanya dikenal sebagai makhluk manis yang dekat manusia. Tetapi juga, sebagai burung tangguh yang dapat diandalkan. Dahulu, sebelum teknologi seperti telegram, fax, atau telepon ditemukan, tugas pembawa informasi diemban olehnya. Merpati dipilih karena kedigjayaannya dalam menyampaikan pesan yang cepat dan akurat.

Dinasti Mamluk Mesir (1250 M-1517 M) telah menggunakan merpati sebagai pengirim pesan rahasia ketika berperang melawan Mongol. Kala itu, menara pengawas yang didirikan Mamluk berhasil ditembus tentara Mongol sehingga pengiriman pesan melalui jalan darat terhalang. Akhirnya, merpati diserahkan tugas sebagai pembawa pesan karena dianggap paling aman sekaligus sebagai sistem komunikasi tercepat saat itu. Pada masa Mamluk ini, diperkirakan sebanyak 1.900 ekor merpati telah dilatih sebagai merpati pos.

Hingga disini, kehebatan merpati belum berakhir. Seorang pelukis terkenal abad ke-20, Pablo Picasso, mengabadikan merpati melalui guratan indahnya di atas kanvas. Lukisan legendaris yang kemudian dikenal sebagai “Dove of Peace” tersebut menjadi logo Kongres Perdamaian Dunia tahun 1949. Guratan gambar merpati di atas kanvas tersebut dibuat Picasso setelah terinspirasi burung dari Melanesia, pemberian Henri Matisse, salah satu pelukis terkenal Perancis.

Di Indonesia, nama merpati telah diabadikan untuk nama sebuah maskapai penerbangan yang memiliki moto sebagai jembatan udara nusantara. Juga, gambar merpati mengelilingi dunia dengan kecepatan tinggi tampak menjadi logo sebuah badan usaha milik negara yang bergerak di bidang layanan pos.

Itulah sekilas tentang merpati pembawa pesan yang menjadi inspirasi bagi Tanto Sutianto dalam penciptaan karya lukisan ini.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Saatchiart.com https://www.saatchiart.com/art/Painting-Bird-SOLD/409866/1961061/view
Comments
Loading...