Lukisan “Buku Cinta” Karya S. Teddy Darmawan

Buku Cinta - S. Teddy Darmawan
0 2.390

Lukisan “Buku Cinta” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, S. Teddy Darmawan.

Buku Cinta – S. Teddy Darmawan
  • Pelukis : S. Teddy Darmawan
  • Judul : “Buku Cinta”
  • Tahun : 2008
  • Media : Acrylic and Oil on Canvas
  • Ukuran : 150 cm x 150 cm

Deskripsi Lukisan “Buku Cinta”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya pop-art, kontemporer. Dengan teknik melukis menggunakan media cat akrilik dan cat minyak  di atas kanvas. Karya-karya Teddy mencerminkan gambar dari kerabat, keluarga bahkan binatang yang sangat dicintainya dan juga simbol dari militer.

Latar Belakang

Nama S. Teddy Darmawan sudah tidak diragukan lagi di ranah seni rupa. Pria kelahiran Padang ini belajar seni lukis di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Pada tahun 2000 ia menjadi seniman mukiman di Ludwig Art Forum, Aachen, Jerman. Terakhir ia memamerkan karyanya Beyond the Self di The National Portrait Gallery, Canberra, Australia (2011). Sementara instalasi besarnya berjudul “The Temple (Love Tank)” di Singapore Art Museum (2010) menandai masuknya Teddy di dalam khazanah instalasi ukuran monumental.

Teknik Dan Konsep Karya

S. Teddy Darmawan adalah seniman rupa yang tak pernah puas dengan media tunggal konvensional. Karya-karyanya, seraya bolak-balik antara dwimatra dan trimatra, dekat dengan bentuk-bentuk populer yang sarat dengan humor dan sarkasme halus.

Teddy adalah pribadi berani dalam mengeksplorasi gagasan artistik dan estetika seni rupa sejak mahasiswa. Ia merupakan seniman yang berdiri di luar kebiasaan. Ia tak ingin terkungkung dalam tatanan dan pagar estetika dalam menentukan kerja kreatif.

Teddy juga bukan seniman yang segera puas dengan hanya satu media dan bentuk dalam berkarya. Ia selalu gelisah di saat masuk zona nyaman. Pernah ia melontarkan kritik bagaimana para perupa kebanyakan memilih kursi sebagai simbol kekuasaan.

Baginya, kursi bukanlah satu-satunya bentuk simbol dari kekuasaan. Dan para perupa harus mencari bentuk baru untuk menginterprestasikannya. “Dia anti-mainstream dan seperti itulah seni seharusnya, mencari another form of art,”.

S. Teddy berusaha menunjukan perjalanan karyanya untuk dapat melihat seberapa besar pengaruhnya terhadap perkembangannya dalam berkesenian di waktu yang akan datang.

Karya-karyanya ini sangat menarik, selain kita bisa merasakan kembali kenikmatan sebuah karya seni yang dahulu pernah ditemui, bahkan telah direspon ulang. Kenangan terhadap karya seni yang diciptakan sebelum si senimannya dikenal luas pada publik seni, sebuah kenangan yang menimbulkan pertanyaan (naif), bagaimana karya yang di ciptakan beberapa tahun yang lalu akan menjadi lebih menarik jika ditampilkan sekarang dalam keadaan nama senimannya sudah dikenal publik? Seberapa kuat nama senimannya mempengaruhi karyanya? Atau sejauh mana karya seni mampu mengangkat penciptanya menjadi besar?

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://archive.ivaa-online.org/ http://archive.ivaa-online.org/pelakuseni/s-teddy-d-1/page:5 http://www.salihara.org/programs/visual-arts/exhibition/detail/pameran-s-teddy-d
Comments
Loading...