Warning: unlink(/tmp/fa1af991f54a0c3995e92ca7ef317fde-CkhInA.tmp): No such file or directory in /home/infoprima/public_html/lukisanku.id/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 158

Lukisan “Burung dan Tiga Wanita” Karya Tatang Ganar

Burung dan Tiga Wanita - Tatang Ganar
0 2.069

Lukisan “Burung dan Tiga Wanita” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Tatang Ganar.

Burung dan Tiga Wanita – Tatang Ganar
  • Pelukis : Tatang Ganar
  • Judul : “Burung dan Tiga Wanita”
  • Tahun : –
  • Media : Oil on Canvas
  • Ukuran : 96 cm x 72 cm

Deskripsi Lukisan “Burung dan Tiga Wanita”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya realisme, dekoratif, impressionisme, abstrak. Dengan teknik melukis menggunakan cat minyak di atas kanvas. Dalam lukisan ini, pelukis menggambarkan seekor burung berukuran besar sedang bertengger di dahan pohon dengan tiga figur wanita berwajah mmenyeramkan. 

Perjalanan Karier Tatang Ganar

Tatang Ganar merupakan perupa kelahiran Cangkuang, Bandung, Jawa Barat, 19 Agustus 1936. Ia menekuni seni lukis selama lebih dari 40 tahun berkarya secara produktif dengan karya yang tak terhitung jumlahnya.

Tatang Ganar, yang dialiri darah seni orang tuanya terus melaju kedepan untuk mencapai cita-citanya menjadi pelukis. Setamat SMA di Bandung, Tatang pergi ke Yogyakarta dan berguru kepada para pelukis kondang yang ia temui dan bergabung dengan pelukis rakyat (LEKRA).

Selama lima tahun Tatang tinggal di Yogyakarta dan menyerap segala ilmu kesenilukisan, bahkan cara-cara berpikir dalam nafas kesenilukisan yang serba romantik dihayatinya. Sekembalinya ke Bandung, tahun 1961, Tatang langsung mendudukkan dirinya sebagai pelukis profesional.

Tema Lukisan Tatang Ganar

Ia melukis dan memilih tema alam benda serta manusia sebagai objek lukisannya. Tatang Ganar menampilkan gambaran kesulitan hidup masyarakat kecil dan masalah pendidikan. Lukisan Tatang Ganar ini bisa dikatagorikan telah mempunyai visi yang tajam. Salah satu cirinya, yaitu menggunakan unsur satire (sindiran) sebagai tumpuan utama dari ide penciptaannya. Dalam perkembangan paradigma estetik kerakyatan ini, ungkapan-ungkapan pelukis Indonesia selain berkembang menjadi satire dalam masalah sosial, juga berpuncak menuju pada ketajaman sosial politik.

Bahkan dalam upaya penyadaran pada rakyat, telah dikembangkan tema-tema sosial yang menghadapkan pada pemilik kapital dan kaum buruh. Karya-karya semacam itu dapat dilihat dari pelukis-pelukis LEKRA dalam paradigma estetik kerakyatan revolusioner.

Karya-karya Tatang Ganar memang belum sampai pada tahap revolusioner sebagai tema kerakyatan, namun secara ekspresif menggungkap makna kontekstual tentang rakyat yang selalu dihadang ketimpangan hidup.

Akhir Hayat dan Galeri Tatang Ganar

Kendati ia belajar dari beberapa pelukis yang ia kagumi seperti Affandi Koesoema, Hendra Gunawan, ataupun Soedarso, namun ia tak ingin sama atau menjadi mereka. Tatang Ganar adalah Tatang Ganar. Dan memang, Tatang Ganar menjadi dirinya. Ia selalu berusaha menghindari persaingan ketat yang muncul diantara sesama pelukis.

Menjelang usianya yang ke 70 tahun, tepatnya pada 2004 lalu, Tatang Ganar menutup lembaran hidupnya di kota kelahirannya, Bandung. Ia mewariskan sejumlah besar karyanya yang tersimpan di Galeri Tatang Ganar, Bandung Utara.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia

Source https://www.mutualart.com/ https://www.mutualart.com/Artwork/Burung-dan-Tiga-Wanita/9F7530D87D74F594 https://m2indonesia.com/tokoh/sastrawan/tatang-ganar.htm
Comments
Loading...