Lukisan “Chameleon #2” (Indra Setiyawan)

Chameleon #2 - Indra Setiyawan
0 1.551

Lukisan Chameleon #2 merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Indra Setiyawan.

Chameleon #2 – Indra Setiyawan
  • Pelukis : Indra Setiyawan
  • Judul : “Chameleon #2”
  • Tahun : –
  • Media : Acrylic On Canvas
  • Ukuran : –

Deskripsi Lukisan Chameleon #2

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya surealisme Ekspresionis. Dalam lukisan ini, pelukis menggambarkan tentang manusia seperti bunglon yang dapat berubah – ubah demi kekuasaan.

Makna Lukisan

Bunglon, hewan yang mempunyai kapasitas untuk mengubah warna kulitnya. Perubahan itu  terjadi sebagai respon terhadap keadaan emosi tertentu seperti rasa marah, takut, perubahan cahaya dan suhu udara. Bunglon melakukan itu sebagai salah cara untuk mempertahankan hidup.

Lantas, jika karakteristik natural dari Bunglon ini sampai menjangkiti karakter manusia apalagi seorang calon pemimpin, maka pertanyaan mengarah kepada kredebilitas orang tersebut. Mengapa dia selalu berubah-ubah? Di mana letak integritasnya sebagai seorang pemimpin?

Calon pemimpin yang seperti bunglon mesti diwaspadai. Ini bukan hanya diwaspadai oleh lawan-lawan politiknya, tetapi juga teman politiknya. Ingat pepatah, “habis manis sepah dibuang.”Bisa saja, teman-teman politiknya pun akan menjadi korban selanjutnya dari calon pemimpin yang mempunyai sifat seperti bunglon. Calon pemimpin seperti bunglon itu kerap berubah-ubah tergantung pada situasi dan kondisi tertentu. Tentu saja, kondisi menguntungkan bersama teman politik akan membuat tetap tinggal bersama mereka. Tetapi kalau situasi politik tidak menguntungkan, dia akan mencari teman-teman politik yang lain.

Sekarang mungkin dia mengikuti warna dan kondisi kelompokmu, mungkin besok dia mengikuti warna kelompok lain. Hati-hatilah dengan calon pemimpin yang bunglon karena kalau dia sudah menjadi pemimpin, dia bisa berubah-ubah. Bisa saja, janjinya sekarang adalah pro-rakyat, mengkiritisi kemiskinan dan ketimpangan sosial; namun setelah memperoleh kekuasaan, dia berubah menjadi yang pro-kapital dan tidak peduli dengan rakyat.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Saatchiart.com https://www.saatchiart.com/art/-d/40658/903602/view https://www.kompasiana.com/dosom/hatihati-dengan-calon-pemimpin-yang-bunglon_58a908371cafbd41048b456c
Comments
Loading...