Lukisan “Cibodas” Karya Rusli

Cibodas - Rusli
0 6.309

Lukisan “Cibodas” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Rusli.

Cibodas – Rusli
  • Pelukis : Rusli
  • Judul : “Cibodas”
  • Tahun : 1973
  • Media : Oil on Canvas
  • Ukuran : 60 cm x 74cm

Deskripsi Lukisan “Cibodas”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya ekspresionisme, naturalisme. Dengan teknik melukis menggunakan cat minyak di atas kanvas.

Karakteristik Karya

Rusli merupakan pelukis senior yang sejajar dan seangkatan dengan pelukis Affandi, Sudjojono, dan Hendra Gunawan. Rusli juga dikenal sebagai tokoh pembaharu seni lukis Indonesia. Di samping juga konsistensinya untuk mempertahankan prinsip-prinsip dalam berkesenian, yakni kesederhanaan, baik dalam lukisan maupun dirinya.

Pada mulanya ia dikenal sebagai pelukis dengan medium cat air. Hal ini tidak banyak dilakukan oleh pelukis lain. Lukisannya pun memiliki ciri khas, sekilas tampak abstrak, hanya paduan garis dan titik. Namun, jika dilihat lebih detail, Rusli tidak bisa begitu saja digolongkan sebagai pelukis abstrak. Ia mempertahankan ekspresi dan objeknya.

Avant Garde, Garis dan Kekuatan Ruang Kosong

Salah satu kekuatan Rusli adalah pada garis. Ia dijuluki sebagai pelukis ‘Avant Garde’ oleh Umar Kayam. Rusli selalu berusaha menangkap ‘roh’ objeknya lewat garis.

Garis-garis yang muncul terkesan spontan, ringan, namun padat, berisi, dan kuat. Rusli menemukan karakter lukisannya lewat berbagai garis.

Jika kita amati, lukisan Rusli nampak menyerupai sketsa. Di mana terlihat garis-garis spontan yang mencoba menangkap esensi bentuk, terpeleset, namun selalu bangkit lagi, lahir kembali untuk ‘menangkap’ bentuk itu.

Coretan-coretan yang nampak hanya sepotong itu seperti ingin menampilkan bagian dari keseluruhan. Sekumpulan titik, garis dengan berbagai bentuk dan sifatnya: tebal, tipis, patah-patah, lurus, lengkung, dan sebagainya membuat lukisan Rusli, seperti yang dikatakan salah seorang kritikus, nampak seperti ‘haiku’ Jepang: puisi yang hanya terdiri dari beberapa suku kata yang disusun sedemikian rupa – minimalis bentuknya tapi sarat isinya.

Objek Lukisan Rusli

Objek dalam lukisan Rusli adalah objek-objek sederhana seperti perempuan, bunga, taman, pepohonan, pura, pemandangan, ritual keagamaan, dan sebagainya. Salah satu periode penting pengolahan lukisannya adalah ketika ia berada di Bali. Tema Bali banyak menyedot perhatiannya, khususnya pura-pura dan berbagai acara keagamaan di sana.

Demikian pula pemilihan warna, Rusli menggunakan warna-warna yang sering dikatakan warna “tropis:” seperti warna merah, kuning, dan hijau. Di samping warna tropis, ia fasih dengan permainan warna hitam putih.

Rusli menciptakan sesuatu dari yang berwarna hitam-putih. Ini mengingatkan kita pada huruf-huruf kanji dengan tinta hitam yang begitu saja digoreskan pada kertas putih.

Selembar kertas putih itu terisi garis-garis dan titik yang sampai akhir tidak pernah diisi dengan warna lain. Rusli membiarkan putih itu di sana. Singkatnya, ia hampir selalu menyisakan ruang kosong dalam lukisannya. Bagian putih kanvas atau kertas sebagai latar belakangnya tetap dibiarkan berwarna polos. Karena itu, lukisannya tampak seperti lukisan tinta cina klasik. 

Kendati objek yang dilukiskan Rusli sederhana, namun yang membuatnya tampak tidak sederhana adalah cara pelukisannya, yang tak lain adalah eksprimentasi Rusli terhadap garis.

Ia mengambil garis-garis sebagai inti sampai menemukan garis khas dari setiap objeknya. Sebagai contoh pada lukisan Tanah Lot (1977). Garis-garis patah-patah, siku-siku, mendominasi warnanya yang tegas, dan laut hanya digambarkan dengan tiga sapuan biru lebar. Juga pada lukisan Pelabuhan Semarang (1971) yang nampak ‘sendu’ dengan oker, dan efek titik-titik di kejauhan, tanpa melepaskan diri dari perahu, aktivitas manusia, dan sebagainya. Sepertinya di sana ia menghadirkan atmosfer lukisannya.

Kemampuan Rusli menangkap dan membiarkan ruang kosong ini membantu kesan kuat pada karakter garisnya. Ruang kosong itu menjadi tampak menonjol, berisi, dan bermakna. Demikian juga garis-garis Rusli tampak berelasi erat dengan ruang itu. Ruang yang kosong sekaligus penuh.

Dalam seluruh kekosongannya ia menampung kepenuhan akan sarat makna. Mungkin, sedikit dibalik jika direlasikan dengan garisnya, ruang itu nampak tidak kosong oleh karena ‘diisi’ oleh garis yang ia bentuk seperti sesuatu yang memiliki daya.

Lukisan Tema Perahu Karya Rusli

Dari sekian banyak karya lukisan Rusli tentang perahu, banyak yang ia buat dengan cat air. Pada kanvas lukisan-lukisan Perahu Rusli, terlihat kayuhan dayung hanya sebuah noktah kecil, dari tengah laut menuju pantai.

Bentuk perahu karya Rusli kadang sulit dicerna oleh visual karena tersamar, namun jika diteliti masih ada bentuk perahu berjejer. Tersirat bentuk perahu itu mirip gaya perahu nelayan di daerah maritim Jawa dan Bali yang akrab dikenal dengan julukan “Perahu Jukung”. Perahu Jukung itu memang dibuat dengan berbagai hiasan yang memang artistik, tetapi di tangan Rusli perahu itu hanyalah seonggok garis-garis yang kesannya minimalis.

Lukisan tentang alat transportasi air ini memang tak pernah luput dari jangkauan Rusli. Selanjutnya karya lukisan tentang upacara adat di Bali seperti Ngaben, ritual ke Pura atau aktivitas kesibukan pelabuhan Semarang juga pernah dibuatnya.

Jadi, apabila kita menyaksikan karya lukisan dengan tema “Perahu” milik Rusli seperti ada yang tak tuntas. Tetapi ironisnya, dari ketidaktuntasan itu justru terlihat letak keindahannya.

Lukisan dengan tema “Perahu” karya Rusli mungkin mirip dawai yang sayup terdengar, namun masih bisa melantunkan suara dawai yang melankolis. Lukisan dengan tema “Perahu” karya Rusli terasa utopia, jika dihubungkan dengan rasa keindahan, mungkin tak pernah tergapai tapi mengusik keingintahuan yang lainnya.

Karya lukisan Rusli adalah sebuah pengecualian apabila berhadapan dengan karya lukisan “Perahu-perahu” yang tak bisa ditelisik dari satu sisi saja.

Apabila karya-karya Rusli diamati secara seksama, ia adalah seorang pelukis esensi yang sangat konsekuen serta selektif dalam penggunaan unsur-unsur seni lukisnya termasuk pembubuhan nama, tanggal, bulan, tahun, dan cap jempol tangan kanannya yang selalu mengakhiri pada setiap lukisan yang dibuatnya.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source https://www.mutualart.com/ https://www.mutualart.com/Artist/Rusli/D14D309351933351/Artworks http://creationofchaos.blogspot.com/2011/09/rusli-1916-2005.html?m=1
Comments
Loading...