Lukisan “Consumption Of Young Children” (Brinda Sukma)

Consumption Of Young Children - Brinda Sukma
0 2.574

Lukisan Consumption Of Young Children merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Brinda Sukma.

Consumption Of Young Children – Brinda Sukma
  • Pelukis : Brinda Sukma
  • Judul : “Consumption Of Young Children”
  • Tahun : –
  • Media : Acrylic On Canvas
  • Ukuran : 57.1 W x 33.5 H x 2.4 in

Deskripsi Lukisan Consumption Of Young Children

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya abstrak Ekspresionis. Dengan teknik melukis menggunakan akrilik di atas kanvas. Dalam lukisan ini, pelukis mencoba menggambarkan imajinasinya tentang kegagalan Televisi dalam menyajikan tayangan kepada anak – anak.

Makna Lukisan

Video anak-anak, permainan anak-anak yang hadir di zaman modern sekarang ini yang tidak mengajarkan pendidikan yang sesuai dengan porsi anak kecil yang harus fokus pada keceriaan, Semua Film anak-anak selalu berbau kedewasaan, yang membuat anak laki-laki kecil itu melihatnya dan melupakan masa kecilnya yang harus bermain dengan teman-temannya. Televisi dari jaman dahulu sampai sekarang selalu begitu buruk dalam menyampaikan tayangan kepada anak – anak saat menontonnya, terutama saat orang tua mengajak anak mereka menonton televisi dan mengajari anak-anak seolah mencuci pola pikir anak untuk terus menonton televisi, yang seharusnya diperkenalkan ke lingkungan anak untuk bermain.

Ciptakan, kembangkan Apa yang anak tidak tahu atau pelajari bahwa anak harus mendapatkan selain menghabiskan waktu di depan televisi. Ketahuilah bahwa anak-anak di usia dini adalah masa meniru perilaku apa yang dia lihat atau dengar, membuat imajinasinya muncul. Bila anak aktif dalam imajinasi sangat disayangkan ketika televisi yang mengendalikan imajinasi anak-anak. Katak mungil yang dilukis oleh pelukis ini memakai helm transfer data ke saraf otak anak-anak, juga melihat orang tuanya menempelkan helm ke arah anaknya.

Ditulis terhubung dengan helm yang dikenakan oleh anak menandakan menghubungkan helm dari tv ke saraf otak. Bagi pelukis tvnya sendiri untuk noise warna bergaris, itu sama saja di tv-nya karena menurut pelukis tontonan diacara tv sama saja seperti itu. Jadi, apa nasib anak bangsa, saat kehilangan tononan untuk mereka dan seolah-olah mereka harus menjadi orang dewasa untuk berbaur dengan masyarakat masing-masing.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Saatchiart.com https://www.saatchiart.com/art/Painting-Consumption-of-Young-Children/828216/3691421/view
Comments
Loading...