Warning: unlink(/tmp/fa1af991f54a0c3995e92ca7ef317fde-LARbwS.tmp): No such file or directory in /home/infoprima/public_html/lukisanku.id/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 158

Lukisan “Corruption Family, Kolosi and Nepotism (Lose)” (Edie Supriyanto)

Corruption family, kolosi, and nepotism (Lose) - Edie Supriyanto
0 34.558

Lukisan Corruption Family, Kolosi and Nepotism (Lose) merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Edie Supriyanto.

  • Pelukis : Edie Supriyanto
  • Judul : “Corruption Family, Kolosi and Nepotism (Lose)”
  • Tahun : 2000
  • Media : Oil On Canvas
  • Ukuran : 23.6 H x 27.6 W x 2 in

Deskripsi Lukisan Corruption Family, Kolosi and Nepotism (Lose)

Apapun alasannya, korupsi merupakan tindakan yang tidak bisa dibenarkan dilihat dari aspek manapun. Banyak kepentingan publik yang terbengkalai, juga kerugian negara yang sangat besar akibat dari korupsi itu sendiri. Hal ini menimbulkan konflik loyalitas dalam organisasi, terutama bila salah seorang anggota keluarga ditempatkan sebagai pengawas langsung di atas anggota keluarga yang lain. Rekan sekerja tidak akan merasa nyaman dalam situasi seperti itu, oleh karenanya hal seperti ini harus dihindari.

Pesan Tersirat

Korupsi merupakan suatu tindakan yang sangat tidak terpuji yang dapat merugikan suatu bangsa dan negara. Korupsi di Indonesia bukanlah hal yang baru, Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah kasus korupsi yang terbilang cukup banyak. Akan tetapi banyak juga kasus korupsi yang dilakukan oleh para pejabat atau pemegang kekuasaan. Kolusi adalah tindakan persekongkolan, persekutuan, atau permufakatan untuk urusan yang tidak baik. Pengertian ini muncul mengingat kolusi berasal dari bahasa Latin collusio yang artinya persekongkolan untuk melakukan perbuatan tidak baik. Biasanya diwarnai dengan korupsi yaitu penyalahgunaan wewenang yang dimiliki oleh salah satu pihak atau pejabat negara. Kolusi paling sering terjadi dalam satu bentuk pasar oligopoli, dimana keputusan beberapa perusahaan untuk bekerja sama, dapat secara signifikan mempengaruhi pasar secara keseluruhan. Kartel adalah kasus khusus dari kolusi berlebihan, yang juga dikenal sebagai kolusi tersembunyi. Nepotisme berarti lebih memilih saudara atau teman akrab berdasarkan hubungannya bukan berdasarkan kemampuannya.

Hal pertama yang harus dilakukan tidak lain adalah memperbaiki moral dan mental diri. Karena bangsa yang besar tumbuh dari jiwa-jiwa bermoral dan bermental baik. Mulailah menanamkan hal baik dari diri sendiri, sehingga bangsa pun akan berubah.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Informasi Lukisan Indonesia Edie Supriyanto
Comments
Loading...