Lukisan “Dewi Madrim” Karya I Made Djirna

Dewi Madrim - I Made Djirna
0 5.284

Lukisan “Dewi Madrim” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, I Made Djirna.

Dewi Madrim – I Made Djirna
  • Pelukis : I Made Djirna
  • Judul : “Dewi Madrim”
  • Tahun : 2014
  • Media : Mixed Media on Canvas
  • Ukuran : 830 cm x 160 cm

Deskripsi Lukisan “Dewi Madrim”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya kontemporer. Dengan teknik melukis menggunakan media campuran di atas kanvas. Dalam lukisan ini, pelukis menggambarkan figur dari kisah pewayangan bernama Dewi Madrim. Dewi Madrim atau Dewi Madri adalah putri Prabu Mandrapati, raja negara Mandakara dengan permaisuri Dewi Tejawati. Ia mempunyai kakak kandung bernama Narasoma, yang setelah menjadi raja Mandaraka bergelar Prabu Salya. Dewi Madrim menikah dengan Prabu Pandu, raja negara Astina dan menjadi permaisuri ke dua mendampingi Dewi Kunti. Dari pernikahan tersebut, ia berputra dua orang kembar yang diberi nama Nakula dan Sadewa.

Karakteristik Karya

I Made Djirna (lahir 16 Juni 1957) adalah pelukis terkenal yang berasal dari dataran tanah Bali. Teknik melukis yang diterapkan dengan tema yang unik dan pola dasar teknik serba guna sangat khas, sehingga banyak turis atau pencinta seni lukis tertarik dengan lukisannya. Hasil karyanya sangat kental dengan penjiwaan, dan dalam dunia seni Indonesia hal ini sangat kental dengan identitas dan politik. Lukisannya merupakan bentuk ekspresi akurat terhadap kepekaan pribadinya.

Kehadiran Djirna dalam konstelasi (keterkaitan) seni rupa Bali kontemporer barangkali menjadi anomali. ia mampu keluar dari kungkungan mitos wayang, mendobrak bayangan materi yang dijanjikan eksotika Young Artist, kemudian memasuki sebuah wilayah seni rupa kontemporer yang asing dalam ranah seni Bali. Lukisan-lukisannya penuh dengan wajah-wajah asing yang orisinal, tetapi juga menyiratkan sebuah pergulatan sosial yang tak pernah berhenti pada bentuk.

Tema Lukisan I Made Djirna

Made Djirna sangat intens dengan media sehingga ia sedikit berbeda dengan seniman lainnya, sehingga ia pernah mengalami kegilaan akan kreativitas. Proses hasil karya I Made Djirna dapat bersumber dari berbagai hal. Pada pameran yang bertajuk “Self Portrait“, ia mengatakan bahwa cara pandang yang berbeda, khas, dan estetika merupakan nilai lebih dari sebuah karya cipta.

I Made Djirna merupakan salah satu pelukis yang telah diakui dan sangat dicari hasil karya-karyanya. Tema favoritnya adalah perempuan. Karyanya sangat berbeda dengan pelukis pada umumnya karena memiliki pola dasar simbolik yang memposisikan wanita dengan citra yang sangat positif, sehingga hasil karyanya sangat berkarakter yang menjadi magnet tersendiri bagi pencinta seni di dunia modern.

Pemulung Jiwa Purba

Bagi Made Djirna, membuat karya seni adalah bermain-main dengan benda-benda di alam. Benda-benda itu layaknya makhluk hidup, menempuh berbagai tahapan seperti manusia: ada, berproses di dalam waktu, dan kelak tiada.

Djirna adalah “pemulung jiwa purba” benda-benda di alam. Ia mengumpulkan benda-benda alam yang terserak di sepanjang jalan, sungai, dan pantai.

Dalam khazanah kebudayaan dan spiritual Hindu-Bali, pengakuan akan jiwa purba pada benda-benda adalah kesadaran akan hadirnya yang niskala. Yang niskala tidak kasat mata dan memiliki dimensi mistis-mitologis, di seberang sekala yang terbatas.

Kesadaran Djirna ketika memulung benda-benda di alam adalah kesadaran pra-reflektif (kesadaran yang tidak di sadari), di luar intensi untuk “tahu”, dan hasrat untuk memberi nama pada sesuatu.

Kepekaan pada yang niskala itu bagi Djirna hanya tumbuh melalui latihan rasa. Hanya dengan rasa inilah manusia bisa berkomunikasi dengan berbagai makhluk hidup yang lain, termasuk benda-benda di alam yang dianggap sebagai benda mati. Menurut Djirna, “Makin halus rasa kita, makin luas pula komunikasi kita di alam semesta”.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia

Source https://www.mutualart.com/ https://www.mutualart.com/Artwork/Dewi-Madrim/4F3CCBB71A884193 https://jakartabiennale.net/i-made-djirna/
Comments
Loading...