Lukisan “Dimensi Sekat” Karya Tito Tryamei

Dimensi Sekat - Tito Tryamei
0 6.335

Lukisan “Dimensi Sekat” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Tito Tryamei.

Dimensi Sekat – Tito Tryamei
  • Pelukis : Tito Tryamei
  • Judul : “Dimensi Sekat”
  • Tahun : 2017
  • Media : Oil on Canvas
  • Ukuran : 150 cm x 240 cm

Deskripsi Lukisan “Dimensi Sekat”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya surealisme, impresionisme, kontemporer. Dengan teknik melukis menggunakan media cat minyak di atas kanvas. Lukisan ini menggambarkan sebuah lemari dengan beberapa sekat dan terdapat berbagai macam obyek seperti hewan, tumbuhan dan benda lainnya.

Perjalanan Karir

Tito Tryamei Christiandhi Yohannes adalah seniman muda kelahiran Blitar tahun 1988. Ia menetap di Yogyakarta setelah menyelesaikan studi pasca-sarjana di ISI Yogyakarta tahun 2013 dengan tugas akhir seni lukis.

Karya-karyanya sudah melenggang di pameran-pameran penting di Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, Vietnam juga beberapa art fair di Jakarta, Seoul dan Hong Kong.  Tito adalah salah satu pemenang katagori Pendatang Baru di dalam kompetisi UOB POY Indonesia 2015.

Pribadi seniman muda yang masih agak introvert ini mendorong kurator artspace Indonesia untuk melakukan pengamatan kembali yang lebih rinci pada karya-karyanya, yaitu, perihal content karya yang ditempuh melalui pengamatan langsung, proses abstraksi simbolik, lalu menyusun struktur bahasa visual terkait dengan tema fobia melalui garapan teknik seni lukis post-impressionist di atas kanvas-kanvasnya.

Tema Lukisan

Para tokoh dalam lukisan Tito masing-masing ada untuk saling melengkapi dan menguatkan. Melalui figur seorang anak kecil perempuan, anjing, kelinci, ikan tuna, atau ikan koki, Tito menyiratkan suatu dunia seseorang yang tuna kuasa, apakah itu dunia dirinya sendiri, orang lain, atau orang yang dicintainya.

Tito menyiratkan suara minoritas yang merasa tak pantas, atau tentang keadaan mereka yang takut menyatakan pendapatnya; atau tentang mereka yang terposisikan sebagai objek (pelengkap penderita) saja; atau tentang suara lirih dari seorang pengungsi di tengah masyarakatnya sendiri; atau orang-orang yang teralienasi di tengah hiruk-pikuk dan kegaduhan masyarakat urban perkotaan.

Teknik Lukisan

Karya-karya Tito juga representasi dari amatan fenomena psiko-sosial yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya, persoalan fobia yang disajikan secara fragmentatif. Ada tiga macam fobia yang disajikan pada karya-karya Tito, yaitu Agoraphobia (ketakutan terhadap tempat ramai. Istilah Agora sendiri adalah representasi dari ruang public pada jaman Yunani Kuno misalnya pasar dan balai pertemuan. Yang kedua, Social Phobia, penderita takut bertemu orang lain, bukan karena rasa malu. Katagori fobia yang ketiga yang direpresentasikan oleh seniman ini adalah specific phobia, antara lain: claustrophobia (takut berada di ruang yang sempit), zoophobia (takut akan hewan tertentu), dan fobia tertentu lainnya.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source https://indoartnow.com/ https://indoartnow.com/artists/tito-tryamei https://artspace.id/2017/12/27/konsistensi-tito-tryamei-dalam-lukisan-terapis/
Comments
Loading...