Lukisan “Djakarta” (Arie Smit)

Djakarta - Arie Smit
0 3.455
  • Pelukis : Arie Smit
  • Judul : “Djakarta”
  • Tahun : 1948 -1949
  • Media : Ink and Tempera On Paper
  • Ukuran : 11.8 cm x 34 cm

Deskripsi Lukisan Djakarta

Lukisan ini merupakan lukisan realisme, naturalisme dengan gaya mooi indie. Dengan teknik melukis menggunakan tinta dan tempera di atas kertas.

Lukisan ini menggambarkan pemandangan kota Jakarta dulu kala.

Jakarta (DKI Jakarta) adalah ibu kota negara dan kota terbesar di Indonesia. Jakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi. Jakarta terletak di pesisir bagian barat laut Pulau Jawa. Dahulu pernah dikenal dengan beberapa nama di antaranya Sunda KelapaJayakarta, dan Batavia. Di dunia internasional Jakarta juga mempunyai julukan J-Town,[9] atau lebih populer lagi The Big Durian karena dianggap kota yang sebanding New York City (Big Apple) di Indonesia. (Sumber : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Daerah_Khusus_Ibukota_Jakarta).

Makna Lukisan

Smit adalah seorang maestro pemburu cahaya. Lukisan – lukisan karya Arie Smit memiliki bentuk sederhana atau naif.

Panorama Bali yang berlimpah “cahaya” menjadi esensi lukisannya yang termanifestasi dalam setiap sapuan kuas di atas kanvas yang bergelimang warna.

Dalam melukis, Arie selalu menghadirkan lapisan-lapisan warna. Di dalam biru ada biru lain, ada biru yang lain, dan ada biru-biru yang lain lagi.

Aliran Gaya Young Artist

Perpaduan warna-warna yang cerah dengan penempatan yang tidak lazim dan janggal, namun harmonis menjadi gaya dan ciri tersendiri karya lukis “Young Artist” yang diperkenalkan oleh Adrianus Wilhelmus Smith.

Aliran “Young Artist” yang ditekuni dan diajarkan kepada anak didiknya secara nonformal, mampu memberi warna dan corak khas serta fantastik. Seperti yang banyak dihasilkan seniman Desa Penestanan, yang memperkaya khasanah perkembangan seni lukis di Pulau Dewata.

Sosok Arie Smith dalam aktivitas seni dikenal sebagai pelukis pemuja “alam lewat warna”, dimanifestasikan dengan kemurnian jiwa seorang penjelajah yang berjalan di bawah cahaya matahari tropik.

Di atas kanvas atau kertas, goresannya serta merta bersemburan citra ragam unsur warna yang selalu nampak menyelimuti segala benda dan panorama yang diabadikan.

Karya-karya seni hasil ciptaan Arie Smith menjadi koleksi sejumlah museum di dalam dan luar negeri, antara lain mengangkat tema-tema objek beragam dari gunung sampai laut.

Ciri dan warna lukisannya adalah antara semu dan samar, ditimpa berbagai warna marak. Dua unsur utama lukisan-lukisannya, yakni bentuk dan warna, menyatu dalan sintesa yang masing-masing tampak tidak perlu ditampilkan dominasinya.

Karya-karya Arie merupakan wujud ucapan terima kasihnya kepada matahari. Apabila kita melihat lukisan Arie yang menggambarkan pemandangan kota, persawahan, pohon beringin, gunung, kebun bunga, atau orang-orang di pura, sesungguhnya yang ingin dihadirkan adalah warna, sebagai representasi dari cahaya.

Karya Smit mirip dengan nyanyian kanak-kanak yang meletup dari sebuah penghayatan penuh realisme puitik.

Arie Smit telah memperlihatkan dirinya sebagai salah seorang pelukis terpenting di Indonesia. Lebih dari itu, sosok Arie sebagai cerminan lukisannya bahwa (menjadi) Indonesia bagaikan berkas cahaya yang melampaui sekat-sekat identitas yang subtil.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://www.artnet.com/ http://www.artnet.com/artists/arie-smit/djakarta-GAMOC4Ok2wbSXbuQ873gQw2 https://www.google.com/search?ie=UTF-8&source=android-browser&q=analisis+lukisan+arie+smit
Comments
Loading...