Lukisan “Don’t WAR” (Edie Supriyanto)

Don't WAR - Edie Supriyanto
0 13.605

Lukisan Don’t WAR merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Edie Supriyanto.

Don’t WAR – Edie Supriyanto
  • Pelukis : Edie Supriyanto
  • Judul : “Don’t WAR”
  • Tahun : 2011
  • Media : Oil On Canvas
  • Ukuran : 35.4 H x 1.2 W x 47.2 in

Deskripsi Lukisan Don’t WAR

Lukisan ini menggambarkan suasana dan kondisi Negara saat ini. Pelukis mengekspresikan keinginannya dan sebagai tanda cinta perdamaian. Ia mengharapkan tidak adanya perang dimana-mana.

Makna Tersirat Lukisan Don’t WAR

Perdamaian bukanlah berarti ketidakhadiran peperangan semata; Namun, ia adalah sebuah nilai-setonggak karakter kebaikan, kepercayaan, dan keadilan sejati. Perdamaian dunia adalah sebuah gagasan kebebasan, perdamaian, dan kebahagiaan bagi seluruh negara dan/atau bangsa. Perdamaian dunia melintasi perbatasan melalui hak asasi manusia, teknologi, pendidikan, teknik, pengobatan, diplomat dan/atau pengakhiran seluruh bentuk pertikaian.

Konsep damai membawa konotasi yang positif; hampir tidak ada orang yang menentang perdamaian; Perdamaian dunia merupakan tujuan utama dari kemanusiaan. Beberapa kelompok, berpandangan berbeda tentang apakah damai itu, bagaimana mencapai kedamaian, dan apakah perdamaian benar-benar mungkin terjadi. Manusia harus memiliki suatu tujuan yang sama dengan orang lain untuk bersatu dan berjuang demi mewujudkan perdamaian dunia. Selain itu harus saling mengalah, tidak egois dan selalu menghargai orang lain. Jika hanya berpikir untuk kepentingan sendiri tanpa memikirkan dampaknya terhadap orang lain, kebersamaan pun tentu tidak akan terbentuk dengan baik. Dari kebersamaan tersebut, akan menjadi awal mula bisa terbentuknya perdamaian. Setelah terbentuknya kebersamaan juga diiperlukan kesadaran. Maksud dari kesadaran itu adalah dituntut untuk sadar terhadap situasi.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Informasi Lukisan Indonesia Edie Supriyanto https://padlipencipta.wordpress.com/kata-kata-bijak-dari-ahli-filsafat/
Comments
Loading...