Lukisan “Dua Penari” Karya Tatang Ganar

Dua Penari - Tatang Ganar
0 3.722

Lukisan “Dua Penari” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Tatang Ganar.

Dua Penari – Tatang Ganar
  • Pelukis : Tatang Ganar
  • Judul : “Dua Penari”
  • Tahun : –
  • Media : Oil on Canvas
  • Ukuran : 46 cm x 46 cm

Deskripsi Lukisan “Dua Penari”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya realisme, dekoratif, impressionisme, abstrak. Dengan teknik melukis menggunakan cat minyak di atas kanvas. Dalam lukisan ini, pelukis menggambarkan potret wajah dua penari dengan menggunakan pakaian dan aksesoris seperti penari Bali.

Perjalanan Karier Tatang Ganar

Tatang Ganar merupakan perupa kelahiran Cangkuang, Bandung, Jawa Barat, 19 Agustus 1936. Ia menekuni seni lukis selama lebih dari 40 tahun berkarya secara produktif dengan karya yang tak terhitung jumlahnya.

Tatang Ganar, yang dialiri darah seni orang tuanya terus melaju kedepan untuk mencapai cita-citanya menjadi pelukis. Setamat SMA di Bandung, Tatang pergi ke Yogyakarta dan berguru kepada para pelukis kondang yang ia temui dan bergabung dengan pelukis rakyat (LEKRA).

Selama lima tahun Tatang tinggal di Yogyakarta dan menyerap segala ilmu kesenilukisan, bahkan cara-cara berpikir dalam nafas kesenilukisan yang serba romantik dihayatinya. Sekembalinya ke Bandung, tahun 1961, Tatang langsung mendudukkan dirinya sebagai pelukis profesional.

Tema Lukisan Tatang Ganar

Ia melukis dan memilih tema alam benda serta manusia sebagai objek lukisannya. Tatang Ganar menampilkan gambaran kesulitan hidup masyarakat kecil dan masalah pendidikan. Lukisan Tatang Ganar ini bisa dikatagorikan telah mempunyai visi yang tajam. Salah satu cirinya, yaitu menggunakan unsur satire (sindiran) sebagai tumpuan utama dari ide penciptaannya. Dalam perkembangan paradigma estetik kerakyatan ini, ungkapan-ungkapan pelukis Indonesia selain berkembang menjadi satire dalam masalah sosial, juga berpuncak menuju pada ketajaman sosial politik.

Bahkan dalam upaya penyadaran pada rakyat, telah dikembangkan tema-tema sosial yang menghadapkan pada pemilik kapital dan kaum buruh. Karya-karya semacam itu dapat dilihat dari pelukis-pelukis LEKRA dalam paradigma estetik kerakyatan revolusioner.

Karya-karya Tatang Ganar memang belum sampai pada tahap revolusioner sebagai tema kerakyatan, namun secara ekspresif menggungkap makna kontekstual tentang rakyat yang selalu dihadang ketimpangan hidup.

Akhir Hayat dan Galeri Tatang Ganar

Kendati ia belajar dari beberapa pelukis yang ia kagumi seperti Affandi Koesoema, Hendra Gunawan, ataupun Soedarso, namun ia tak ingin sama atau menjadi mereka. Tatang Ganar adalah Tatang Ganar. Dan memang, Tatang Ganar menjadi dirinya. Ia selalu berusaha menghindari persaingan ketat yang muncul diantara sesama pelukis.

Menjelang usianya yang ke 70 tahun, tepatnya pada 2004 lalu, Tatang Ganar menutup lembaran hidupnya di kota kelahirannya, Bandung. Ia mewariskan sejumlah besar karyanya yang tersimpan di Galeri Tatang Ganar, Bandung Utara.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia

Source https://www.mutualart.com https://www.mutualart.com/Artwork/Dua-Penari/04BAB8F2C0C3C3C9 https://m2indonesia.com/tokoh/sastrawan/tatang-ganar.htm
Comments
Loading...