Lukisan “03:45:15” (Kokok P. Sancoko)

In Earthly Evocations - Kokok P. Sancoko
0 3.924

Lukisan 03:45:15 merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Kokok P. Sancoko.

In Earthly Evocations – Kokok P. Sancoko
  • Pelukis : Kokok P. Sancoko
  • Judul : “03:45:15”
  • Tahun : 2011
  • Media : Oil, Charcoal Pencil On Canvas
  • Ukuran : 200 cm x 200 cm

Deskripsi Lukisan 03:45:15

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya realisme. Dengan teknik melukis menggunakan cat minyak dan bahan lain di atas kanvas.

Makna Lukisan

Lukisan karya Kokok P. Sancoko mengandung makna pendekatan inovatif pada keterampilan artistiknya mengubah karya masa Renaissance.

Dia “mengorbankan” pikiran dan waktu, demi praktek penciptaan hingga diujung upayanya. Ia berhasil menerobos sekat kebakuan Renaissance yang umumnya realis, pola membelah dipersimpangan bentuk dan warna dapat dirasakan semacam realisme bergaya “ Kokok “ telah memasukkan sosok manusia manusia yang nyata di ruang tiga dimensi ke dalam sebuah “ lukisan datar “ melalui ilusi yang matematis deduksi dan bisa diperkirakan keabsolutannya.

Setiap karyanya dalam berbagai tingkat nyata dan tembus cahaya, terdiri semacam dunia maya kenangan, persepsi masa lalu, masa kini dan masa depan yang menyatu dan transparansi.

Eksperimental

Ia sering melakukan berbagai percobaan dan eksplorasi artistik yang menghasilkan karya-karya ‘eksperimental’ yang tidak berwujud lukisan. Ketika ia mengerjakan lukisannya, Kokok memang bekerja lebih ‘lambat’, menimbang banyak hal yang menjadikan hasil karya-karyanya memiliki kedalaman persoalan.

P. Sancoko secara intens menimbang dan mencoba memahami berbagai jejak dalam tradisi seni lukis itu sendiri, kemudian menghubungkannya dengan pengalamannya yang lebih dekat, yaitu: penampakan imej visual yang beredar mengitari keseharian hidup yang dijalaninya.

Lukisan-lukisan P. Sancoko hingga saat kini, tetap hidup dalam wawasan persoalan yang kaya dan bahkan maknanya mampu melampaui lingkaran kesadaran personal yang realtif bersifat terbatas. Karya-karya itu tak hanya berisi persoalan individual P. Sancoko yang berusaha dipahaminya, tetapi juga memberikan inspirasi dan koneksi terhadap persoalan yang lebih besar.

Apa yang dikerjakan P. Sancoko juga memiliki kaitan pada persoalan yang berlaku dalam tradisi seni lukis secara mendunia. Sancoko tak hendak menunjukkan narasi tentang suatu persitiwa yang pasti.

Karya-karyanya justru terlihat kabur akibat penumpukan imej dari beberapa peristiwa yang digambarkan dalam satu bingkai kanvas secara sekaligus, dan keseluruhannya nampak berhubungan secara visual namun sekaligus terpisah secara tekstual.

Apa yang dilukiskan oleh P. Sancoko boleh jadi adalah sebuah interplay diantara berbagai gambaran yang dihasilkan oleh proyeksi berbagai pengalaman yang bersifat emosional.

Pengalaman yang melibatkan aspek emosi inilah yang mampu menegaskan nilai penghayatan tentang imej yang menetap sebagai lukisan, terbedakan dari imej yang beredar dalam berbagai media dan teknologi masa kini.

Secara jelas, P. Sancoko seakan tengah mengenang suatu keadaan sunyi di dalam alur lintasan-lintasan pikiran manusia yang ramai dan seakan tak pernah putus dan terhenti.

Ungkapan lukisan-lukisannya, dengan demikian, seakan hendak merayakan ihwal ingatan manusia terhadap hidup (nya), sekaligus juga menunjukkan (dengan menyembunyikannya) batas-batas yang menjadikan hidup tersebut menjadi berharga, yaitu: keadaan sunyi.

Keadaan dan penghargaan atas kesunyian dalam hidup inilah (jeda, refleksi, atau renungan) yang akan memperkenalkan tiap-tiap manusia, tiap jejak-jejak pengalaman hidup dirinya yang sesungguhnya.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source www.sinsinfineart.com http://www.sinsinfineart.com/vlb_files/vlb_images_kokokpsancoko/kokokpsancoko_034515_2011_oilcharcoalpenciloncanvas_200x200cm.jpg http://emmitancagallery.blogspot.co.id/2014/05/mengingat-hidup-mengenang-sunyi-solo.html?m=1
Comments
Loading...