Lukisan “Europe” Karya Yogie Ginanjar

Europe - Yogie Ginanjar
0 1.265

Lukisan “Europe” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Yogie Ginanjar.

Europe – Yogie Ginanjar
  • Pelukis : Yogie Ginanjar
  • Judul : “Europe”
  • Tahun : 2011
  • Media : Acrylic and Oil on Canvas
  • Ukuran : 18 x 13 cm

Deskripsi Lukisan “Europe”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya dekora magis, kontemporer, abstrak, dan realisme. Dengan teknik melukis menggunakan media cat akrilik dan cat minyak di atas kanvas.

Dalam lukisan Yogie, manusia dilukis tampak belakang. Hal itu dikarenakan Yogie merupakan fans berat Renaisans. Ia menggandrungi seni figuratif. Ia benar-benar belajar anatomi, ekspresi wajah.

Menurutnya, manusia dapat mengekspresikan satu hal dengan banyak cara. Apabila berbicara tentang ekspresi wajah, kita dapat melihat secara visual apakah orang itu sedang sedih, bingung, atau marah.

Objek dan Teknik Lukisan

Konsep karya Yogie dilatar belakangi oleh karya Edward Said, Orientalism. Ia menggunakan parodi sebagai bahasa visual dalam karyanya.

Tampaknya konsep itu bertahan sampai sekarang, termasuk pada karya yang menang di Sovereign kemarin.

Pada karya Yogie di Sovereign, ada dua objek bertolak belakang. Ada punk rock tampak belakang dan Masjid di depannya. Yogie mengkritik orientalisme ini. Punk rock ini representasi Barat, merepresentasikan modernisme. Masjid merepresentasikan Islam dan hal-hal yang kontradiktif dari si punk rock tadi. Ia di situ kelihatan tenang. Judulnya Absorption. Ia sedang menyerap nilai-nilai di depannya.

Perubahan Gaya Lukisan

Perubahan gaya lukis Yogie berawal ketika Yogie belajar agama, ia sadar ada sesuatu yang lebih besar dan lebih kuat yang mengatur kehidupannya, yang mana kekuatan ini tidak bisa ia lawan. Yogie sadar selama ini ternyata ia kurang fleksibel, kurang spontan. Ia terbiasa dengan pola kerja perfeksionis yang teratur.

Ketika ia mencoba seni nonrepresentasional seperti abstrak ekspresionis, begitu mengalir dan tidak bisa ditebak. Konsepnya lebih personal. Itu gaya yang ia geluti sekarang.

Menurut Yogie, seniman harus berkembang. Karya di Sovereign itu memang puncak karyanya, ia mendorong dirinya sendiri. Ia sangat puas dengan hasilnya. Ia pikir itu salah satu masterpiecenya. Sedikit disayangkan, karena Yogie belum sempat pamerkan karya-karya itu. Perkembangan Yogie sekarang, menjelajah hal-hal baru yang bertolak belakang.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source https://indoartnow.com/ https://indoartnow.com/artists/yogie-ginanjar https://sarasvati.co.id/interview/08/sebuah-akhir-bagi-figur-figur-yogie/
Comments
Loading...