Lukisan “Figur Transparan” Karya Entang Wiharso

Figur Transparan - Entang Wiharso
0 1.228

Lukisan “Figur Transparan” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Entang Wiharso.

Figur Transparan – Entang Wiharso
  • Pelukis : Entang Wiharso
  • Judul : “Figur Transparan”
  • Tahun : 1994
  • Media : –
  • Ukuran : 145 cm x 200 cm

Deskripsi Lukisan “Figur Transparan”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya realisme, surealisme, kontemporer. Dalam lukisan ini, pelukis menggambarkan sosok transparan dengan campuran warna gelap.

Menurut kurator Kuss Indarto, karya-karya lukisan Entang ini merupakan sebuah peristiwa. Peristiwa itu memuat interaksi dan dialog antara pelukis dengan lingkungan sekitar. Lewat karya-karyanya, Entang berusaha menggulirkan problem identitas manusia dewasa ini yang multidimensi. Sayang, saat ini pesan itu masih sulit ditangkap.

Dikutip dari “Refleksi Pribadi terhadap Pencitraan-pencitraan Entang Wiharso“, oleh Byron dan Mary-Jo Delvecchio Good, Katalog Intoxic, pameran tunggal Entang Wiharso di Rumah Seni Yaitu Semarang, 2007:

“Lukisan-lukisan Entang menggabungkan humor dengan kengerian yang aneh dan semua ini bercampur secara janggal dengan simbol-simbol religius – seperti peri dan malaikat yang mengapung. Karya-karya yang mengedepankan bentuk repetisi, bagi Entang, seperti menguatkan inti gagasan atas problem yang sedang dibidik. Apalagi andai material karya mampu menguasai ruang tempat karya itu berada, maka gagasan itu relatif langsung mengemuka lewat teror repetitif tersebut. 

Para apresian ataupun apresiator, relatif bisa dengan mudah membaca karya-karya Entang, misalnya, sebagai berjaraknya logika dan emosi pada manusia-manusia yang telah tercerabut akar identitasnya. Mereka menggantung, dan kemudian logika pun relatif ikut menggantung membuat jarak dengan emosi.”

Latar Belakang

Entang Wiharso (lahir di Kota Tegal, Jawa Tengah, 19 Agustus 1967; umur 51 tahun) adalah salah satu pelukis terkenal Indonesia. Ia lulusan dari Institut Seni Indonesia (ISI), Yogyakarta tahun 1994 dan sekarang berbasis di Yogya dan Rhode Island, AS. Sejak pertengahan 1990-an. Ia memulai kariernya sebagai pelukis, kemudian menggarap karya trimatra dan multimedia.

Karakteristik Karya

Karya-karya Entang meliputi lukisan, patung, instalasi, dan performance art. Karyanya adalah bentangan dunia yang tanpa batas, saling lebur, penuh jukstaposisi: masa lalu dan masa kini, dongeng dan keseharian, sejarah, dan mitos, dengan sosok-sosok yang bergerak di antara realisme dan surealisme.

Ia menyerap budaya Jawa dan membaurkannya dengan budaya dunia mutakhir, menjelma jadi sejenis karya trimatra yang belum sepenuhnya meninggalkan watak dwimatranya. Sementara dalam sejumlah performance art yang ia gelar, Entang mencoba meluaskan seni rupa ke wilayah teater dan memberikan kesan parodi dan kritik sosial yang menghibur.

Tema Lukisan Karya Entang Wiharso

Entang sangat produktif membuat karya dengan berbagai eksplorasi medium dengan tema-tema yang mencakup persoalan politik, ekonomi, krisis identitas, dan isu budaya, dengan ciri khas gaya visualnya yang lantang, grotesk (aneh, unik), dan teatrikal, mencampurkan berbagai elemen tradisi dengan pendekatan kontemporer.

Antenna Project dan Hibah Lukisan

Entang juga dikenal sebagai seniman yang selalu terlibat dengan lingkungan sekitarnya, karena itulah ia dan istrinya, Christine Cocca, seorang aktivis dari AS, membuat Antenna Project pada tahun 2005, sebuah ruang seni yang terbuka untuk berbagai eksperimentasi dan proyek komunitas, di rumah mereka di Yogyakarta. Entang juga menghibahkan karyanya sebuah instalasi ruang publik di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, berjudul “Interkoneksi“, terbuat dari campuran lempengan stainless, tembaga, dan kuningan setinggi lima meter menggambarkan figur sebuah keluarga.

Pameran Terakhir Entang Wiharso

Pameran tunggalnya yang terakhir di Indonesia, bertajuk “Love Me or Die” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, tahun 2010, menampilkan 20-an karya, beberapa di antaranya berskala besar, dan mencakup berbagai medium, mulai dari lukisan, cat air, instalasi aluminium, video, dan performance.

Dengan beragam pendekatan dan bentuk, karya-karya dalam “Love Me Or Die” menguatkan pencapaian artistik Entang terutama dengan karakteristik karya-karyanya yang grotesk tapi juga megah, seperti sebuah teater tentang kekerasan dan sisi gelap manusia.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://archive.ivaa-online.org http://archive.ivaa-online.org/pelakuseni/entang-wiharso-1 http://www.salihara.org/programs/visual-arts/artists/entang-wiharso
Comments
Loading...