Lukisan “Follow Me” Karya Ugo Untoro

Follow Me - Ugo Untoro
0 1.236

Lukisan “Follow Me” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Ugo Untoro.

Follow Me – Ugo Untoro
  • Pelukis : Ugo Untoro
  • Judul : “Follow Me”
  • Tahun : 2002
  • Media : Mixed Media on Canvas
  • Ukuran : 100 cm x 82 cm

Deskripsi Lukisan “Follow Me”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya kontemporer, abstrak, ekspresionisme. Dengan teknik melukis menggunakan media campuran di atas kanvas.

Citra pada lukisan Ugo Untoro selalu tampak seperti potongan, penggalan, atau episode tertentu yang menggugah atau menyentuh. Citra-citra sudut dan horison yang kosong, begitu hampa terasa pada lukisan dan gambar cat airnya. Kesepian pada horison-horisonnya perih dan menakutkan karena ada sosok terpiuh, terpencil, dan rawan. Senantiasa mengkhawatirkan, mengoyak khayal kita akan sesuatu yang sudah kita kenal.

Melihat karya Ugo Untoro adalah menyaksikan bagaimana suatu rasa kesepian melahirkan huru-hara yang menguak berbagai lapis kesadaran kita sebagai manusia. Dengan karyanya, Ugo telah memaknai huru-hara itu dengan kapasitas dan pandangan antropomorphismenya yang khas dan muram. Hal itu merupakan proses rasional (atribusi) karakteristik manusia ke makhluk, bukan manusia. Seperti binatang yang digambarkan sebagai makhluk dengan motivasi manusia, dapat berpikir dan berbicara, atau benda alam seperti air, angin, atau matahari.

Perjalanan Karier Ugo Untoro

Ugo Untoro (lahir di Purbalingga, Jawa Tengah, 28 Juni 1970) adalah seorang pelukis, pematung, penulis, dan seniman Indonesia. Ia menempuh pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta antara tahun 1988 dan 1996.

Karya-karya seninya meliputi berbagai media dan telah dipamerkan dalam beberapa pameran, baik tunggal maupun kolektif, dalam dan luar negeri

Karakteristik Karya

Ugo Untoro adalah salah satu seniman yang membawa seni kontemporer Indonesia ke level baru. Ia telah dikenal di berbagai belahan dunia karena kekuatan karakter dan kegigihannya dalam menciptakan karya seni yang menggambarkan kondisi nyata, baik sebagai seniman maupun sebagai manusia pada umumnya, yang menunjukkan kondisi Indonesia saat ini sebagaimana adanya—bergejolak namun juga murni dan sederhana sebagai bagian dari realitas sehari-hari.

Citra-citra sudut dan horison yang kosong, begitu hampa terasa pada lukisan dan gambar cat airnya. Citra sudut berasal dari seri sudut lukisannya yang terkenal, yang ia buat selama beberapa lama pada dekade yang lalu. Namun harus diakui, seri semacam itu terasa masih meninggalkan gaung panjang pada semua jenis karya Ugo.

Dalam “Deru”, ia melakukan eksplorasi penemuan dan penaklukan manusia atas kuda menjadi kendaraan, yang bisa dikatakan sebagai titik awal revolusi manusia atas diri dan kebudayaannya. Dengan kuda-kuda yang cepat, gesit, dan tangguh, manusia mulai mengubah dunia, menaklukkan wilayah-wilayah yang belum dikenal. Kebudayaan lahir dan musnah, silih berganti.

Mata rantai perubahan ini terjadi bergantung kepada siapa yang mampu menaklukkan dan menguasai. Di kemudian hari, kebudayaan dibawa dan disebarkan sebagai cara untuk menaklukkan dan melanggengkan kekuasaan. Deru invasi ribuan kuda sama mengerikannya dengan laju panser atau pesawat tempur saat ini. Manusia tetap sama nalurinya, sejak saat ini sampai kapan pun.

Tema Lukisan Ugo Untoro

Dalam beberapa dekade belakangan ini, karya Ugo Untoro menunjukkan koleksi berkesinambungan antara gambar, lukisan, puisi, dan tulisan.

Kanvas-kanvas Ugo menandai proses peleburan antara subjek dan objek, yang dilakukan dengan cara melukis berulang-ulang objek yang sama, dengan persepsi yang berbeda-beda. Dengan cara itu, Ugo ingin menciptakan suatu rangkaian kemiripan melalui sarana-sarana yang justru tidak mirip (to produce resemblance with non-resembling means).

Dengan gaya cerpenli-nya, karya yang dibuat banyak bercerita, meski dalam bentuk sederhana. Tak banyak dekorasi, tapi meninggalkan pikiran-pikiran yang lantas menelisik masuk untuk kemudian dicerna. Cerpenli atau kependekan dari Cerita Pendek Sekali adalah potret karya seni lintas bidang seni Ugo Untoro. Pada periode 2003-2005, cerpenli Ugo memuat kisah-kisah imajinasi, ungkapan-ungkapan spontan, atau rekaman peristiwa yang dialaminya. Cerita yang tak berupa satu kalimat menjadi semacam potret atau gambar yang mengetengahkan satu peristiwa pada sebuah momen. Namun demikian, cerita tersebut tak hanya memuat siapa, sedang apa, dan apa saja yang ada dalam satu bidang potret atau gambar. Cerita tersebut juga memuat kisah-kisah lain yang menyertainya dalam tarikan waktu mundur sehingga membentuk gambaran yang sarat makna.

Dalam lukisan-lukisannya, selain aspek visual yang juga menjadi pertimbangan Ugo, cerita yang disuguhkan pun lebih panjang, bervariasi, terorganisasi dengan baik, namun tak utuh dan terpotong. Memang ada pula cerita-cerita pendek sekali dan ungkapan-ungkapan dalam karya seni objek dan lukisannya, namun tak banyak.

Menurut Ugo, Seni itu semacam petualangan akhirnya. Seperti naik kuda ke tempat yang terpencil. Petualangan imajinasi, seperti petualangan dalam komik-komik yang ia ingin bangkitkan kembali. Dari silat Ko Ping Hoo hingga kisah asmara Zaldi. Ia menggambarkannya seperti segelas kopi yang belum habis dan ditinggalkan oleh pemiliknya di sebuah ruangan tak terduga.

Catatan Kuratorial

Seorang seniman kontemporer Indonesia yang enggan di sebut namanya, mengakui bahwa Ugo adalah sosok legenda dalam dunia seni rupa kontemporer Indonesia yang sangat total dalam berkarya. Ugo lah yang membawa gaya corat-coret di atas kanvas sejak beberapa tahun lalu, yang kini baru disadari, seperti dikatakan kurator Hendro Wiyanto, bahwa apa yang dilakukan itu dimaksudkan untuk “menghancurkan” gaya (seni lukis) di akademi seni rupa Yogyakarta yang sarat berpegang pada mutu keartistikan sapuan kuas dan garis.

Penghargaan

Tiga penghargaan bergengsi dalam dunia seni, Philip Morris Award sempat direbutnya pada tahun 1994, 1998, dan kemudian memenangkan 5 Best Asia Philip Morris Award di Hanoi, Vietnam. Ia juga ditasbihkan menjadi Tokoh Seni Rupa Tahun 2007 versi Majalah Tempo.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://archive.ivaa-online.org/ http://archive.ivaa-online.org/pelakuseni/ugo-untoro-1/page:3 http://www.biennalejogja.org/2013/artist/ugo-untoro-idn-2/
Comments
Loading...