Lukisan “Footnote No.6” (Jumaldi Alfi)

Footnote No.6 - Jumaldi Alfi
0 1.456

Lukisan Footnote No.6 merupakan salah satu tema karya perupa seni lukis Indonesia, Jumaldi Alfi.

Footnote No.6 – Jumaldi Alfi
  • Pelukis : Jumaldi Alfi
  • Judul : “Footnote No.6”
  • Tahun : 2014
  • Media : Acrylic, Oil Bar On Canvas
  • Ukuran : 175 cm x 250 cm

Deskripsi Lukisan Footnote No.6

Lukisan ini merupakan lukisan abstrak ekspresionis, pop art, modern dengan bahan akrilik dan bahan lain di atas kanvas.

Dalam lukisan ini, di atas papan tulis hitam itu, tulisan digoreskan menggunakan kapur tulis.

Tulisan itu bertumpuk-tumpuk, saling tindih, sehingga sejumlah kata hanya tampak samar, berupa jejak tipis yang enggan pergi disapu penghapus.

Melihat sekilas, karya tersebut benar-benar menyerupai papan tulis betulan dengan tulisan yang dibuat dari kapur tulis betulan. Padahal, papan tulis itu adalah sebuah lukisan di atas kanvas.

Selain tulisan yang menyerupai goresan kapur tulis, Alfi juga membuat tulisan dari selotip kertas. Selotip kertas itu menempel di papan tulis, membentuk huruf dan kata.

Pada karya lainnya, tulisan-tulisan itu diproyeksikan dari proyektor sehingga bisa muncul dan hilang berulang-ulang kali di atas papan tulis.

Alfi menyebut karyanya sebagai syair berwarna. Sebagai orang Minangkabau, Alfi merasa dekat dengan syair. Bahkan, ia sempat diarahkan untuk menjadi penyair oleh pamannya yang juga seorang penyair.

Kalimat-kalimat yang ditulis di atas papan tulis itu sebagian ia pinjam dari pernyataan dan pemikiran sejumlah seniman yang ia kagumi, seperti Martin Kippenberger, Ed Ruscha, hingga lirik lagu Pink Floyd.

Karya-karya Alfi hadir atas dorongan masa lalu. Hidup yang dijalani dan dialami dari masa lalu secara acak namun beruntun muncul kembali dalam karya-karyanya.

Itu juga yang terlihat dari pilihannya untuk menampilkan papan tulis, yang merupakan tempat untuk memaparkan informasi dan pengetahuan. Di papan tulis, pengetahuan itu mengalami proses ditulis dan dihapus berulang kali.

Bagi Alfi, papan tulis menyimpan jejak sejarah yang bisa ditelusuri. Ada teks yang mengabur di sana sehingga masa lalu yang tidak bisa ditemui lagi itu masih bisa dirasakan. Masa lalu, seperti papan tulis, memberikan pelajaran dengan caranya sendiri.

Makna Lukisan

Dalam lukisan ini terdapat tulisan “Terkadang saya merasa ego saya terbawa arus dan menghilang. Ada berbagai aturan dan batasan. Saya bisa mengatur dan memutuskan sesuatu dengan menggunakan akal sehat. Saya suka melihat diri saya sebagai seorang Nabi”

Pada 1790 Kant menulis Critiqe of the Power of Judgment. Di dalamnya ia menyentuh bidang estetika. Menurut Kant, baik indrawi maupun Akal sama sama memainkan peranan dalam konsepsi kita mengenai dunia. Dengan adanya keseimbangan antara akal dan hati inilah sebenarnya menerangkan tentang moral. Moral adalah penunjang keberhasilan seseorang. Nabi Muhammad sebagai tokoh dunia yang diakaui oleh orang baratpun pernah mengatakan. “Jika engkau ingin berhasil maka akhlak adalah kuncinya”.

Selanjutnya filsafat Kant ini disebut sebagai filsafat transendental (transcendental Philosophy). Filsafat transendental adalah filsafat yang berurusan bukan untuk mengetahui objek pengalaman melainkan bagaimana subjek (manusia) bisa mengalami dan mengetahui sesuatu. Filsafat transendental itu tidak memusatkan diri dengan urusan mengetahui dan mengumpulkan realitas kongkrit seperti misalnya pengetahuan tentang anatomi tubuh binatang, geografis, dll, melainkan berurusan dengan mengetahui hukum-hukum yang mengatur pengalaman dan pemikiran manusia tentang anatomi tubuh binatang, dll. Hukum-hukum itu oleh Kant disebut hukum apriori (hukum yang dikonstruksi akal budi manusia) dan bukan hukum yang berdasarkan pengetahuan inderawi (aposteriori).

Pesan Tersirat

Akal pikiran dan hati nurani memang harus seimbang, saat akal pikiran kita melambung tinggi, hati nurani mengikatnya untuk tetap down to earth. Dan saat nurani menjalar kemana-mana, akal pikiran memagari agar tetap logis dan tidak melakukan kebodohan yang memalukan.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Indoartnow.com https://indoartnow.com/uploads/artwork/image/15723/artwork-1416998008.jpg http://cabiklunik.blogspot.co.id/2010/09/pemeran-syair-syair-di-papan-tulis.html?m=1
Comments
Loading...