Lukisan “Fosil” (Hengki Koesworo)

Fosil - Hengki Koesworo
0 34.719

Lukisan Fosil merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Hengki Koesworo.

  • Pelukis : Hengki Koesworo
  • Judul : “Fosil”
  • Tahun : –
  • Media : Acrylic On Canvas
  • Ukuran : 57.1 H x 49.2 W x 2 in

Deskripsi Lukisan

Budaya Indonesia dapat didefinisikan sebagai semua budaya lokal yang telah ada sebelum bentuk nasional Indonesia pada tahun 1945. Semua budaya lokal yang berasal dari beragam kelompok etnis budaya di Indonesia merupakan bagian integral dari budaya Indonesia.

Budaya Indonesia meski beragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh budaya besar lainnya seperti budaya Tionghoa, budaya India dan budaya Arab. Budaya India, terutama yang berasal dari penyebaran agama Hindu dan Budha di nusantara jauh sebelum Indonesia terbentuk.

Kerajaan yang memiliki agama Hindu dan Budha telah mendominasi nusantara pada abad ke 5 Masehi ditandai dengan berdirinya kerajaan tertua di Nusantara, Kutai, hingga akhir abad ke 15 Masehi. Budaya Tionghoa dalam dan mempengaruhi budaya Indonesia karena adanya interaksi perdagangan yang kuat antara pedagang Cina dan Nusantara (Sriwijaya). Selain itu, banyak dari mereka masuk dengan orang asing – imigran China yang berasal dari China selatan dan menetap di nusantara. Mereka menetap dan menikahi warga setempat untuk menghasilkan perpaduan budaya Tionghoa lokal dan unik. Budaya seperti ini yang kemudian menjadi salah satu akar dari budaya lokal modern di Indonesia seperti budaya Jawa dan Betawi. Contohnya seperti sejarah Sunan Gunung Jati bahwa ratu menikahi ong tien dari China. Beberapa benda seni yang dibawa dari China termasuk keramik, piring, kain berhiasan awan.

Bentuk bentuk melambangkan dunia di atas awan saat diambil dari sekolah Taoisme. Awan membentuk gambaran dunia yang luas, transidental (Godhead) yang bebas dan bermakna. Naga adalah satu dari empat makhluk spiritual yang menjaga keempat penjuru angin, yang mendapat kehormatan tertinggi. Dalam mitologi orang Tionghoa, naga sangat dekat dengan angka 9, karena naga tersebut diyakini merupakan gabungan dari sembilan makhluk lainnya. Naga yang juga memiliki kepala seperti unta digambarkan, sisik seperti ikan, tanduk seperti rusa, memiliki mata setajam mata siluman, telinga seperti lembu, lehernya seperti ular, bentuk perut, seperti tiram, dengan telapak kakinya seperti harimau, dan memiliki cakar seperti elang.

Pesan Tersirat

Pembangunan dan kelangsungan hidup budaya merupakan tradisi budaya nenek moyang kita selama era sejarah dan prasejarah. Budaya nenek moyang kita adalah fosil yang harus kita tanam, pertahankan dan pertahankan. Sejarah dan prasejarah yang perlu kita ketahui dari budaya dan perkembangan kita sampai sejarah budaya masih terjaga.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Informasi Lukisan Indonesia Hengki Koesworo
Comments
Loading...