Lukisan “Four Young Balinese with Fighting Cocks” Karya Walter Spies

Four Young Balinese with Fighting Cocks - Walter Spies
0 5.274

Lukisan “Four Young Balinese with Fighting Cocks” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Walter Spies.

Four Young Balinese with Fighting Cocks – Walter Spies
  • Pelukis : Walter Spies
  • Judul : “Four Young Balinese with Fighting Cocks”
  • Tahun : 1927
  • Media : Pencil on Paper
  • Ukuran : 35 cm x 54.5 cm

Deskripsi Lukisan “Four Young Balinese with Fighting Cocks”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya dekoratif, realisme, kontemporer. Dengan teknik melukis menggunakan media pensil di atas kertas. Dalam lukisan ini pelukis menggambarkan potret laki-laki Bali yang sedang ingin mengadu ayamnya.

Perjalanan Karir

Walter Spies (lahir di Moskwa, 15 September 1895 – meninggal di Samudera Hindia, 19 Januari 1942 pada usia 46 tahun) merupakan pelukis, perupa, dan juga pemusik. Ia adalah tokoh di belakang modernisasi seni di Jawa dan Bali.

Pada tahun 1923 ia datang ke Jawa dan menetap pertama kali di Yogyakarta. Dia dipekerjakan oleh sultan Yogya sebagai pianis istana dan diminta membantu kegiatan seni keraton. Spies-lah yang pertama kali memperkenalkan notasi angka bagi gamelan di keraton Yogyakarta. Notasi ini kemudian dikembangkan di keraton-keraton lain dan digunakan hingga sekarang.

Setelah kontraknya selesai, ia lalu pindah ke Ubud, Bali, pada tahun 1927. Di sinilah ia menemukan tempat impiannya dan menetap hingga menjelang kematiannya. Di bawah perlindungan raja Ubud masa itu, Cokorda Gede Agung Sukawati, Spies banyak berkenalan dengan seniman lokal dan sangat terpengaruh oleh estetika seni Bali. Ia mengembangkan apa yang dikenal sebagai gaya lukisan Bali yang bercorak dekoratif. Dalam seni tari ia juga bekerja sama dengan seniman setempat, limbak, memoles sendratari yang sekarang sangat populer di Bali, Kecak.

Teknik Lukisan

Karya-karya Spies dikategorikan sebagai magical realism – halus, dingin, dan statis. Ia dipengaruhi oleh Rousseau, yang sengaja menggunakan gaya naif.

Gestur manusia, komposisi, serta pencahayaan dalam lukisan Spies, oleh para pemerhati dan kritikus disebut “mengandung mood seperti yang dahulu ditemui pada lukisan-lukisan gaya renaisans.

Walaupun ia sendiri terpengaruh oleh gaya seni lukis Bali, Spies ikut memengaruhi perkembangan seni lukis setempat. Utamanya dalam gaya pencahayaan dan teknik pewarnaan. Ia hampir selalu menyertakan berkas-berkas cahaya (ray of lights) dalam karya-karya lukisannya. Terdapat kesan bahwa lukisan-lukisannya itu seolah-olah menggunakan teknik dodge dan burn yang biasa digunakan dalam proses kamar gelap pada era film hitam putih dan berlanjut ke era digital sekarang. Salah satu lukisan karya Walter Spies yang paling terkenal adalah “Het schilderij ‘Iseh im Morgenlicht”.

Dalam berfotografi, gaya Spies juga sangat dekat dengan lukisan-lukisannya: kerap menyertakan larik-larik cahaya. Ia rupanya terpesona. Kepada lansekap Bali, pun kepada cahaya paginya. Dalam kasus Spies, fotografi dan lukisan tetap berteman baik.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://www.artnet.com/ http://www.artnet.com/artists/walter-spies/2 http://lensa.fotokita.net/2014/09/lukisan-fotografi-dan-pencahayaan-ala-walter-spies/
Comments
Loading...