Lukisan “Gambaran Ingatan” Karya Nashar

Gambaran Ingatan - Nashar
0 2.127

Lukisan “Gambaran Ingatan” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Nashar.

Gambaran Ingatan – Nashar
  • Pelukis : Nashar
  • Judul : “Gambaran Ingatan”
  • Tahun : 1974
  • Media : Oil on Canvas
  • Ukuran : 64 cm x 94 cm

Deskripsi Lukisan “Gambaran Ingatan”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya abstrak, ekspresionisme. Dengan teknik melukis menggunakan cat minyak di atas kanvas.

Karakteristik Karya

Nashar (lahir di Pariaman, Sumatera Barat, 3 Oktober 1928 – meninggal di Jakarta, 13 April 1994 pada umur 65 tahun) adalah seorang pelukis ternama Indonesia.

Bersama Affandi, Nashar diajar melukis cepat dengan merekam objek seketika. Affandi juga mengajarkan bagaimana melukis objek keseharian. Sejak itu, Nashar kemudian melukis apa saja, kapan saja dan di mana saja. Buku sketsa tak pernah lepas dari tangannya.

Lukisan Tak Berteori

Belajar dari para maestro, Nashar kemudian mengembangkan pendekatannya sendiri. Walau percaya bahwa teori tetap perlu diajarkan di akademi, namun dalam melukis Nashar tak berteori. Bagi Nashar, teori baginya tak menjelaskan soal jiwa pelukisnya.

Nashar mengembangkan kemungkinan-kemungkinan untuk menghasilkan karya yang imajinatif. Dengan mendekonstruksi teori seni lukis bahkan sejak dia mulai menggoreskan kuas pertamanya.

Kemurnian Bentuk, Irama, dan Garis

Lukisan Nashar merupakan ungkapan perasaannya pada kemurnian bentuk-bentuk yang bebas dari representasi alam atau objek-objek apapun.

Nashar menghadirkan perasaan murni itu lewat irama garis, bentuk-bentuk, warna ataupun ruang. Dalam lukisannya, irama-irama itu memancarkan perasaannya yang mengalir sunyi. Akan tetapi di dalamnya juga ada energi yang berombak, lewat getaran-getaran nuansa tekstur warna cerah yang berfungsi menghadirkan bentuk-bentuk abstrak itu.

Nashar melihat perbedaan yang penting antara kehidupan seni lukis di Indonesia dan kehidupan seni lukis di Barat. Di Barat kehidupan intelektual sedemikian rupa sehingga kehidupan seni lukis tidak terpisahkan dari kesadaran reflektif.

Kecenderungan-kecenderungan baru dalam seni lukis selalu disertai penyadaran reflektif: tinjauan kritis atas seni lukis yang ada dan keputusan tentang “apa selanjutnya?” Berbagai isme dalam sejarah seni lukis Barat sejak pertengahan abad yang lalu lahir secara demikian itu. Hal ini berarti bahwa aliran seni lukis terjelma di dalam gerakan seni lukis. Di tanah air kita (Indonesia) gerakan-gerakan seni lukis tidak ada sangkut pautnya dengan aliran-aliran seni lukis.

Konsistensi Nashar Dalam Melukis

Sikapnya yang konsisten dalam seni lukis tercermin saat Nashar tak merasa terganggu bila lukisan-lukisan yang dipamerkan tak laku terjual. Dan Nashar punya alasan yang kuat untuk menerima resiko itu.

Baru menjelang tahun 2000, lukisan Nashar mulai dilirik orang, dan balai lelang mulai melelangnya dengan antusias. Harga-harga lukisan Nashar pun jauh dari bayangan dan kehidupan Nashar yang dulu begitu akrab dengan penderitaa dan kemiskinan.

Namun sayangnya, ketika nilai harga lukisannya itu sudah melambung tinggi, sang maestro sudah tidak ada lagi. Hanya meninggalkan jejak-jejak karyanya di tangan kolektor, atau pun di keluarga.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source https://www.mutualart.com/ https://www.mutualart.com/Artist/Nashar/6F1E7A0E90650BDD/Artworks http://googleweblight.com/i?u=http://lelang-lukisanmaestro.blogspot.com/2016/10/lukisan-dan-biografi-nashar.html?m%3D1&hl=id-ID
Comments
Loading...