Lukisan “Garden Wall” Karya Rieswandi

Garden Wall - Rieswandi
0 1.251

Lukisan “Garden Wall” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Rieswandi.

Garden Wall – Rieswandi
  • Pelukis : Rieswandi
  • Judul : “Garden Wall”
  • Tahun : 2011
  • Media : Mixed Media on Canvas
  • Ukuran : 190 x 190 cm

Deskripsi Lukisan “Garden Wall”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya kontemporer, abstrak, realisme. Dengan teknik melukis menggunakan media campuran di atas kanvas.

Gambar-gambar yang ditorehkan Rieswandi di atas kanvas sekilas seperti objek dalam mikroskop. Detail, tajam, namun tak beraturan. Jadi seperti halnya berdoa, ada kekhusyukan sendiri saat melihatnya. 

Gaya Lukisan

Berkarya bagi Ries merupakan bentukan lain dalam hal spiritual, tapi bukan agama. Ia banyak menggunakan detail yang mikroskopik. Awalnya Rieswandi memindahkan bentuk-bentuk yang realistis, semisal rumah dan kuda.

Amorphous sendiri merupakan istilah yang ada dalam sistem organisme, ia tidak berbentuk atau secara orientasi spesifik tidak mempunyai atom-atom tubuh.

Rieswandi mengaku, saat berkarya, dalam benaknya selalu muncul bentuk-bentuk plastis yang akan berkembang seiring dengan proses berkarya.

Ia tidak ingat betul dari mana datangnya bentuk-bentuk itu. Maka, mengakses rujukan menjadi tidak penting lagi; atau barangkali kita pernah melihatnya, tetapi si sosok rujukan itu memang tidak punya bentuk yang pasti.

Dari definisi tersebut sudah dapat kita ketahui dan melihat apa yang di lukis Rieswandi dalam karyanya. Amorphous ini mempunyai dua jenis lukisan yang berbeda, pertama adalah sebuah painting dengan atmosfir lembut, tenang, dan mempunyai kesan yang dimanis, seperti pada karyanya berjudul “In the Beginning” dan “Substance of Thoughts”. Sedangkan jenis lainnya merupakan lukisan dengan gelora yang membara, dengan tarikan garis yang kuat seperti pada karyanya berjudul “Celebration of Explosion #1 & #2″ serta lukisan-lukisan bertema ‘hijau’ seperti “Bloom” dan “Weed”.

Filosofi Flora

Di balik itu semua, sebenarnya ada benang merah yang ingin dituangkan Rieswandi, yaitu kecintaannya terhadap alam. Dan, sikap itu tercermin dari bahan-bahan yang ia gunakan untuk berkarya. Filosofinya mengikuti tumbuh-tumbuhan.

Filosofi flora, diam dan melayani makhluk hidup. Dia tidak pernah merusak, bahkan manusia yang merusak. Jadi, pesan global lebih ke pelestarian alam, ia banyak menggunakan bahan organik, bagaimana menghargai alam sebagai tempat kita bernaung di dalamnya.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source https://indoartnow.com/ https://indoartnow.com/artists/rieswandi https://mirror.unpad.ac.id/koran/bisnis/2011-04-10/bisnis_2011-04-10_025.pdf
Comments
Loading...