Lukisan “Gembala (2000)” Karya Irsam

Gembala (2000) - Irsam
0 6.544

Lukisan “Gembala (2000)” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Irsam.

Gembala (2000) – Irsam
  • Pelukis : Irsam
  • Judul : “Gembala (2000)”
  • Tahun : 2000
  • Media : Oil on Canvas
  • Ukuran : 60 cm x 65 cm

Deskripsi Lukisan “Gembala (2000)”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya dekoratif. Dengan teknik melukis menggunakan cat minyak di atas kanvas. Dalam lukisan ini, pelukis menggambarkan figur yang sedang duduk di atas hewan gembalaannya. Lukisan ini dibuat dengan corak dekoratif. Dalam lukisan ini kita bisa menemukan improvisasi yang tinggi. Dan dalam satu karya ada puluhan pola hias yang bisa kita jumpai.

Latar Belakang Irsam

Irsam adalah salah satu Maestro seni lukis Indonesia yang lahir di Klaten, 24 Juli 1942. Nama Irsam mendadak menjadi perhatian saat dia termasuk salah satu yang lulus dari seratus orang angkatan seni lukis Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) tahun 1959. Uniknya lagi Irsam termasuk rekan dari Suwadji, V. J. Herman dan Martindo yang berhak menyandang gelar kesarjanaan sementara yang 96 orang lagi tidak lulus.

Dia sempat menjadi dosen di fakultas Seni Rupa dan Desain Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia (STSRI) Yogyakarta (1965-1967). Setelah itu ia keluar dan hijrah ke Jakarta. Aktivitas pameran dan produktivitas karya lukisannya, terus meningkat. Di mulai tahun 1969 di Taman Ismail Marzuki (TIM), selanjutnya pameran grafis di Tokyo (Jepang) dan Roma (Italia).

Lukisan Gaya Dekoratif dan Media Lukisan

Irsam lebih memilih gaya lukisan dekoratif yang konon terpengaruh oleh budaya Jawa. Begitu membekas dalam beberapa karya lukisan Irsam tentang “Kasih Ibu”, dalam goresan artistik yang begitu rapi, dan dibaluri dengan warna-warna pastel. Seni lukisnya yang mirip gambar ilustrasi dibuat dengan tinta, cat air, cat minyak, dan mixed material (campuran). Betapa sosok figur “Ibu dan anaknya” yang dilukis secara dekoratif menghadirkan cerita tentang buah hati yang menggemaskan, lucu, dan naif. Adapun karya Irsam yang berkaitan dengan “belaian Ibu kepada anaknya” antara lain: “Ibu dan Anak  I” dan “Ibu dan Anak  II”.

Objek Lukisan Karya Irsam

Pada umumnya, lukisan-lukisan Irsam banyak mengangkat tema kenangan masa lampau, impian-impian lewat sosok perempuan (ibu dan anak) dan dibuat dengan corak dekoratif, yang menuntut ketekunan, kesabaran, dan ketelatenan yang sama tingginya dengan pembatik (tulis).

Objek tentang perempuan dan anak serta penari memang selalu mendominasi, sehingga terkesan metafora (mengungkapkan ungkapan secara tidak langsung berupa perbandingan analogis). Tema tentang hubungan keluarga yang selalu didambakan oleh setiap insan melakoni kehidupan.  Kesan metafora itu semakin mengusik imajinasi Irsam, sehingga tatkala dia melukis pasti selalu ada sosok wanita di sana. Bahkan figur itu menyiratkan kehangatan dalam talian kasih.

Lukisan tentang “Kasih Ibu” dan “Keluarga Berencana” karya Irsam mengingatkan kita betapa pentingnya memelihara kenangan perjalanan hidup lewat keluarga. Kehangatan yang dibangun diawali dari keluarga yang terkecil yakni ibu, anak, dan ayah.

Catatan Kuratorial oleh Mikke Susanto

Mikke Susanto (kurator) menyebutkan bahwa untuk melihat dekoratifisme Irsam, khususnya yang membentuk pola hias yang bersifat simetris dari kanan dan kiri cenderung sama, terutama pada lukisannya yang bertema perempuan.

“Dekoratif yang dikembangkan dari bangun-bangun dasar, seperti lingkaran, segi tiga, dan bujur sangkar selanjutnya dibentuk kembali atau mengalami metamorfosis. Sehingga dalam lukisan Irsam kita akan menemukan improvisasi yang tinggi. Dan dalam satu karya ada puluhan pola hias yang bisa kita jumpai.” kata Susanto.

Susanto juga menjelaskan jika dilihat dari aspek warna amat harmonis, ada kekuatan warna yang seimbang sehingga tidak ada yang dominan. “Harmonisasi warna tercapai. Dari segi teknis dibuat dengan tanpa perencanaan khusus, langsung di kanvas dibuat pakai pensil terlebih dahulu, jadi tidak hafalan. Sejak 1962, dia membuat pola hias mata, datar, gelap untuk menandai tema mitologi klasik di Jawa.” jelas Susanto. 

“Yang pasti, Irsam tidak menelurkan siapa pun, berkembang begitu saja dan meninggal. Anehnya, hampir semua seniman tidak regenerasi, itulah salah satu penyebab berkurangnya seniman dekoratif.” kata kurator.

Ernanta Item (putra pertama dari almarhum Irsam) yang kini juga sebagai seorang perupa jurusan desain interior menyampaikan bahwa bagaimanapun Pak Irsam bagian dari sejarah seni rupa Indonesia. Pada masanya, dia seniman dekoratif yang cukup dikenal. “Semangat Pak Irsam dalam berkarya berdampak pada saya sehingga tertarik untuk mengikuti jejak kesenimanannya. Dan pak Irsam adalah salah satu warisan bangsa yang harus dikenang dan ditiru agar tak mudah dilupa.” kata Ernanta. 

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia

Source https://www.mutualart.com/ https://www.mutualart.com/Artist/IRSAM/037B88306DDBEEEE/Artworks http://harian.analisadaily.com/mobile/seni/news/seni-irsam-lewat-kasih-ibu/36364/2014/06/08
Comments
Loading...