Lukisan “Gereja Tua” Karya Aming Prayitno

Gereja Tua - Aming Prayitno
0 1.278

Lukisan “Gereja Tua” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Aming Prayitno.

Gereja Tua – Aming Prayitno
  • Pelukis : Aming Prayitno
  • Judul : “Gereja Tua”
  • Tahun : 2014
  • Media : Acrylic on Canvas
  • Ukuran : mm x mm

Deskripsi Lukisan “Gereja Tua”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya abstrak, figuratif. Dengan teknik melukis menggunakan media cat akrilik di atas kanvas. Karya-karya Aming memiliki kualitas dan proses kreatif yang bersifat personal, melahirkan ungkapan-ungkapan yang menitikberatkan pada perasaan dan emosi (liris). Dalam beberapa ungkapan visual terlihat intuitif, imajinatif, dekoratif, dan nonformal improvisatoris, serta memiliki dimensi abstrak yang cukup kuat. Lukisan Aming bukan sepenuhnya abstrak, masih ada bentuk yang nyata menjadi dasar penciptaannya. Figurasi yang kemudian diabstrakkan barangkali istilah yang lebih tepat untuk menyebut karyanya. Karya tahun 2014 ini merupakan karya dengan media cat air di masa beliau dalam kondisi sakit.

Aming berusaha menyampaikan melalui lukisannya bahwa ia ingin menggambarkan betapa tergantungnya manusia terhadap lingkungan. Oleh karena itu, karyanya mengandung segala bentuk atau corak kehidupan serta merupakan kesatuan lewat goresan dan tekstur dengan tema sentral manusia. 

Latar Belakang

Aming Prayitno merupakan seniman yang mempunyai reputasi kuat dalam dunia profesional dan sejarah seni rupa Indonesia. Beberapa penghargaan yang pernah diraihnya yaitu penghargaan seni lukis terbaik Raden Saleh Prize pada tahun 1972 dan Seni Lukis Terbaik Biennale Seni Lukis Indonesia IV di Jakarta tahun 1980.

Tema Lukisan

Karya-karya Aming Prayitno tampak berada dalam situasi spiritual yang amat kental. Selain mengeksplorasi abstraksi bentuk wajah, Aming belakangan menggarap tema religius berupa abstraksi salib dan gereja.

Sejumlah karya bertema maupun yang mengandung unsur-unsur seperti gereja, salib, wajah dalam salib, malaikat, wajah Kristus, tabernakel, dan wajah penuh welas asih yang dominan menegaskan akan hal itu.

Ia mengambil bagian-bagian dalam hidup kesehariannya semasa pensiun hingga saat ini yang begitu dekat dengan spiritualitas. Kertas-kertas dan kanvas kerja kreatifnya menggulirkan aroma yang lebih dekat dengan kesendiriannya, kekhidmatan, dan rasa iman yang kuat.

Ma’rifat Seni

Aming yang dikenal sebagai raja tekstur dan banyak menerima penghargaan serta pencipta logo Korpri ini dikenal sebagai perupa jagoan yang mampu menangkap saripati bentuk-bentuk tertentu dalam lukisan yang esensial. Sama sekali tidak kelihatan rumit namun memiliki kedalaman. Kelihatan hemat dalam garis dan warna, namun menukik pada sisi kedalaman esensialnya. Dalam sisi ini bisa dikatakan ia telah berada di tataran ma’rifat atau sufi dalam kesenian.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://archive.ivaa-online.org http://archive.ivaa-online.org/pelakuseni/aming-prayitno https://m.qubicle.id/story/aming-prayitno-dan-tekstur-tekstur-yang-berbicara
Comments
Loading...