Lukisan “Gereja Tua” Karya Edi Sunaryo

Gereja Tua - Edi Sunaryo
0 65.501

Lukisan “Gereja Tua” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Edi Sunaryo.

Gereja Tua – Edi Sunaryo
  • Pelukis : Edi Sunaryo
  • Judul : “Gereja Tua”
  • Tahun : 2005
  • Media : Oil on Canvas
  • Ukuran : 200 cm x 145 cm

Deskripsi Lukisan “Gereja Tua”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya abstrakkontemporer. Dengan teknik melukis menggunakan media cat minyak di atas kanvas.

Latar Belakang

Selain menjadi perupa, Edi Sunaryo juga seorang ayah dari tiga anak dan kakek satu cucu. Pekerjaan yang sampai sekarang masih digelutinya yakni dosen tetap Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta.

Kegemarannya pada dunia lukis dirasakan sejak kecil di mana lingkungannya pada waktu itu ada seorang pelukis dan dari situlah hobinya semakin berkembang.
Ia juga pernah mengenyam pendidikan di STM jurusan Mesin dan lulus tahun 1970, kemudian masuk AKABRI tetapi gagal, dan pada tahun 1972 mulai masuk STSRI di Yogyakarta. Seni rupa yang lebih didalaminya yakni pada bidang grafis dan mosaik.

Mulai membuat karya pertama kali pada tahun 1975 ketika belajar melukis repro karya Basuki Abdulah. Edi Sunaryo juga sering melakukan pameran di galeri-galeri baik di dalam maupun luar kota. Penghargaan yang pernah didapat adalah Seni Lukis Terbaik STSRI tahun 1972, Pratitha Adhi Karya tahun 1972 dan 1979.

Penghargaan

Pemenang Pratisara Affandi Adi Karya 1975 dan 1979, aktif pameran sejak 1976 sampai sekarang, baik di dalam maupun luar negeri. Antara lain Pameran Pelukis Muda di TIM (1977), Pameran Seni Grafis Kontemporer di TIM (1982), Pameran Internasional Biennial ke 2 Seni Grafis di Museum of Modern Art, Wakayama, Jepang (1987), Pameran Seni Grafis di Italia (1990), Pameran Internasional Seni Rupa Kontemporer Gerakan Non Blok di Jakarta (1995), Pameran Kompetisi The 3 rd Kochi International Triennial Exhibition of Prints di Jepang (1996), Pameran lukisan Philip Morris Indonesian Art Awards V di Jakarta (1998), Pameran Lukisan di Moskow (2000), Pameran Seni Grafis 6 EME Triennale Mondiale D’Estampes Petit Format di Prancis (2003), Pameran Seni Rupa Passion: Etno-Identitas (Perkembangan Seni Rupa Indonesia Dekade Terakhir) di China (2003).

Pada pameran tunggalnya yang ke 4, di Museum Nasional Jakarta (2003), melakukan terobosan yang secara hati-hati telah dimulai sejak pameran tunggal ke-3 di MOOM Gallery Jakarta (2000).

Konsep Karya dan Media Lukisan

Banyak ragam teknik yang digunakan oleh Edi, namun yang paling banyak digunakan adalah teknik litografi. Sebagai informasi, teknik litografi adalah teknik grafis pada permukaan yang licin seperti pada batu.  Edi yang sudah lama mahir dalam seni grafis, kadang memasukkan teknik grafis dalam lukisan cat minyaknya, sehingga membuat karyanya tambah menarik. Edi juga mengembangkan karyanya dengan menggunakan kolase.

Kolektor asal Magelang, Dr. Oei Hong Djien yang mengikuti dari dekat proses perubahan itu, mencatat bahwa Edi Sunaryo meninggalkan ‘citra primitif’ nya yang abstrak dan tunduk kepada kaidah-kaidah baku dan kaku, menuju era baru dengan konsep ‘penuh bisa kosong dan kosong bisa penuh’, di mana ia mulai menggunakan bentuk nyata yang lembut.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://archive.ivaa-online.org/ http://archive.ivaa-online.org/pelakuseni/edi-sunaryo https://tonimalakian.blogspot.com/2006/06/peserta-galeri-tonggak.html
Comments
Loading...