Lukisan “Going Up” (Rinaldi Syam)

Going Up - Rinaldi Syam
0 1.480

Lukisan Going Up merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Rinaldi Syam.

Going Up – Rinaldi Syam
  • Pelukis : Rinaldi Syam
  • Judul : “Going Up”
  • Tahun : –
  • Media : Acrylic On Canvas
  • Ukuran : 70.9 H x 70.9 W x 2 in

Deskripsi Lukisan Going Up

Lukisan ini merupakan lukisan home dengan gaya surealisme. Dengan teknik melukis menggunakan akrilik di atas kanvas. Dalam lukisan ini, pelukis menggambarkan tentang rumah sampai ke puncak dengan gerakan langit.

Makna Lukisan

Kondisi bumi kita saat ini boleh dikatakan sangat memprihatinkan. Kita hidup di sini, berkembang, dan membangun peradaban yang bisa disebut tidak beradab. Banyak peristiwa alam yang merugikan manusia terutama disulut oleh ulah manusia itu sendiri. Permukaan tanah di kota-kota besar, banjir, krisis air bersih, musim yang tidak lagi dapat diprediksi, adalah fenomena alam yang muncul karena manusia tidak lagi menghargai lingkungannya. Gelombang panas yang melanda India baru-baru ini jelas mengingatkan kita, bahwa bumi kita sudah sekarat, dan kita perlu segera menyelamatkannya.

Sayangnya, ketimbang mencari solusi, banyak negara malah berupaya untuk saling melemparkan kesalahan. Negara-negara maju dan negara berkembang saling tuding menunjuk siapa yang paling bertanggung atas meningkatnya emisi gas rumah kaca di seluruh dunia. Lalu sejumlah pertemuan antar negara untuk membahas hal tersebut diselenggarakan, sebut saja Protokol Kyoto Jilid I dan Jilid II.

Namun pencapaian maksimal masih urung terjadi. Beberapa negara maju masih enggan menurunkan aktivitas industrinya yang berdampak pada meningkatnya suhu bumi ini. Lalu mereka berupaya “membeli” oksigen dengan menyebut negara-negara berkembang seperti Indonesia sebagai paru-paru dunia. Mereka berhasil membujuk negara kita dan mewajibkan kita melestarikan hutan demi kelangsungan paru-paru dunia untuk memfilter segala karbon dioksida yang mereka lepaskan ke udara.

Menurut Emil Salim, penulis buku Ratusan Bangsa Merusak Satu Bumi, memang tidak mudah untuk mencapai kesepakatan. Namun yang paling penting adalah bagaimana setiap negara memiliki kesadaran bahwa Bumi berada dalam kondisi yang memprihatinkan.

Untuk itu, setiap negara perlu memiliki regulasi yang dapat mengurangi gas karbon, baik tansportasi, indutri maupun rumah tangga. Selain itu harus ada pula regulasi yang mengupayakan teknologi ramah lingkungan, serta penggunaan energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Masalah pengelolaan sumber daya alam perlu mendapat porsi perhatian yang lebih. Pengelolaan sumber daya alam tidak hanya memunculkan masalah-masalah lingkungan, namun juga persoalan sosial. Eksploitasi hutan tanpa menanam kembali, pembukaan lahan untuk pembangunan industri atau perkebunan, pelebaran kawasan perkotaan untuk kepentingan ekonomi, adalah beberapa kegiatan manusia yang mengelola sumber daya alam yang tanpa memikirkan dampak buruknya kelak di kemudian hari.

Pembangunan di wilayah-wilayah resapan air seperti pinggir sungai dan daerah berawa yang ditimbun tanah, membuat semakin berkurangnya daerah resapan air untuk menampung volume air yang tinggi ketika musim penghujan. Demikian juga eksploitasi di daerah perbukitan yang bisa memunculkan dampak buruk bagi daerah yang lebih rendah di sekitarnya.

Karenanya, kita harus tetap mengingatkan semua pihak, khususnya pemerintah, untuk benar-benar memperhitungkan faktor lingkungan dalam pembangunan, terutama di kota-kota besar. Kota-kota yang masih gandrung membangun gedung bertingkat dan mal tanpa mengindahkan dampak lingkungan, bersiaplah menghadapi bencana yang tidak main-main. Selain banjir, kota-kota besar juga akan menghadapi sulitnya menyediakan air bersih dan semakin mahalnya energi listrik, yang pada akhirnya kerusakan lingkungan ternyata jauh lebih mahal ketimbang manfaat ekonomi yang didapat.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Saatchiart.com https://www.saatchiart.com/art/Painting-Going-up/350205/1962008/view http://harian.analisadaily.com/mobile/lingkungan/news/membangun-tanpa-merusak-lingkungan/146836/2015/06/27
Comments
Loading...