Lukisan “Growing Rootless” (Fauzie As’ad)

Growing Rootless - Fauzie As'ad
0 1.506

Lukisan Growing Rootless merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Fauzie As’ad.

Growing Rootless – Fauzie As’ad
  • Pelukis  : Fauzie As’ad
  • Judul : “Growing Rootless”
  • Ukuran  : 50 cm x 50 cm
  • Tahun  :  2007
  • Media : Acrylic On Canvas

Deskripsi Lukisan Growing Rootless

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya abstrak ekspresionisme. Teknik pengecatan lukisan menggunakan bahan akrilik di atas kanvas. Lukisan ini menggambarkan tentang berkembang tanpa akar.

Makna Lukisan

Setiap yang hidup pasti akan mengalami kematian. Setiap apa yang ada pasti akan tiada. Setiap yang bernyawa pasti akan kembali kepada pemberi nyawa jua. Tanaman yang pada awalnya hanya berupa tunas, berkembang menjadi pohon yang menghasilkan karya, hingga kemudian akan mengalami masa penuaan dan masa pennon-aktif-an sebagai tanaman, sebagai bagian dari makhluk hidup. Semuanya memiliki masanya sendiri-sendiri.

Begitu juga kita, pasti suatu saat yang meskipun tiada seorang pun yang dapat mengetahui kapan dan dimana nyawanya akan diambil oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Maka, sebelum malaikat maut mendatangi dan akan menjemput, sudah selayaknyalah kita mempersiapkan segala bekal amal atas perbuatan selama kita hidup. Sudah sepantasnyalah kita memanfaatkan anugerah berupa akal pikiran yang dapat menghasilkan berbagai karya yang bermanfaat bagi makhluk hidup lainnya. Sudah sewajarnyalah kita meninggalkan harta warisan berupa ilmu dan amalan yang tetap akan abadi dipergunakan oleh orang lain.

Tanaman yang telah mati, apakah terlihat tidak berguna lagi? Tentu saja masih berguna. Jika tanaman itu memiliki ranting dan batang yang besar dan kokoh, maka dapat digunakan sebagai kayu bakar. Jika tanaman itu hanya tanaman merambat dan terlihat tidak kokoh, maka dedaunnya masih dapat digunakan sebagai bahan pupuk. Begitulah amalan kita sebagai manusia, pasti akan berguna juga bagi orang lain. Meskipun kita telah tiada, orang lain masih dapat mengambil dan mempergunakan manfaat dari ilmu dan amalan yang telah kita berikan sebelumnya.

Tanaman dan manusia, sama-sama makhluk Tuhan, sama-sama diberi kehidupan, sama-sama memiliki masa dan durasi untuk menikmati kehidupan, sama-sama memiliki misi, visi dan tujuan hidup, sama-sama membawa berkah, anugerah dan rezeki lewat caranya masing-masing, bahkan sama-sama memiliki amal dan manfaat bagi makhluk hidup yang lain.

Maka, tetaplah tumbuh dan berkembang sampai batas waktu yang telah ditentukan, sampai titik pengorbanan dan pengusahaan terakhir, sampai orang lain dapat mengecap manfaat dari kehadiran kita di muka bumi ini. Tetap bersemangatlah menjalani hidup, seberat apapun masalah demi masalah yang dihadapi.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://sinsinfineart.com/fauzie-asad.html http://sinsinfineart.com/vlb_files/vlb_images_fauzieasad/fauzieasad_growingrootless_acryliconcanvas_50x50_2007.jpg https://www.kompasiana.com/irda/filosofi-tanaman-dalam-kehidupan_550bcf66813311472bb1e1d0
Comments
Loading...