Lukisan “Heart-to-Heart Plenary #2 (Curhat Paripurna #2)” Karya Stefan Buana

Heart-to-Heart Plenary #2 (Curhat Paripurna #2) - Stefan Buana
0 5.362

Lukisan “Heart-to-Heart Plenary #2 (Curhat Paripurna #2)” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Stefan Buana

Heart-to-Heart Plenary #2 (Curhat Paripurna #2) – Stefan Buana
  • Pelukis : Stefan Buana
  • Judul : “Heart-to-Heart Plenary #2 (Curhat Paripurna #2)”
  • Tahun : –
  • Media : Acrylic on Canvas
  • Ukuran : 39.4 W x 39.4 H x 1.2 in

Deskripsi Lukisan “Heart-to-Heart Plenary #2 (Curhat Paripurna #2)”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya kontemporer. Dengan teknik melukis menggunakan media cat akrilik di atas kanvas.

Stefan Buana menggambarkan potret dengan gaya yang unik – wajahnya cacat dan kurang sempurna, sehingga berkomunikasi dengan cara yang lebih intim dan personal dengan pemirsa. Ia biasanya menggunakan teknik mengukir lapisan cat, namun, dalam lukisan khusus ini, ia sengaja membangun lapisan cat pipih yang ekspresif dan sangat tegas dengan sekumpulan garis yang menciptakan bentuk dan bentuk di atas teksturnya yang terkumpul. Ia sepertinya menyarankan bahwa kita semua adalah bagian dari satu jagad raya dan hanya garis besar kita yang memisahkan kita satu sama lain.

Stefan bukanlah tipikal seniman nyaman, yang lantas hanya menggambar, berpameran, dan menikmati hasil jualan karya. Dari punggungnya terlampir berbagai persoalan, baik beban atas kehendak diri maupun yang sengaja orang lain sampirkan. Sebut saja soal situasi politik terkini, kondisi kesenian tanah kelahiran, hingga masa depan generasi perupa.

Teknik Lukisan

Karya-karya Stefan memiliki teknik pengerjaan yang bersifat “natural” pada kanvas-kanvasnya. Tepatnya, Stefan menggunakan teknik improvisasi bahan atau material karya yang menjadi ciri khasnya selama ini. Kekhasannya tersebut selama ini telah memberi nilai plus jika dibandingkan dengan karya-karya perupa lain. Stefan banyak mengajukan ide-ide tentang berbagai pendekatan teknik dan material yang luar biasa.

Studio Stefan ibarat laboratorium kerja untuk mengenali bahan atau material satu dengan yang lain. Kerja Stefan ibarat melakukan inseminasi pada karya. BerbagaiBerbagai macam teknik ia telusuri, diantaranya menggunakan las logam, lelehan resin, cat akrilik dipadu cat minyak, ekplorasi bahan alami seperti kulit padi, serbuk kayu pada kanvas, dan berbagai teknik pengelolahan kanvas itu sendiri. Sehingga yang tampil dalam karya-karya Stefan tidak saja pada masalah tema atau “apa yang dilukis?”, akan tetapi “apa yang dibuat?”, “dengan apa ia berkarya?”, atau “apa yang dilakukan pada kanvas – kanvasnya”.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source https://www.saatchiart.com/ https://www.saatchiart.com/art/Painting-Stefan-Buana-Power-of-Founding-Father/750754/3379428/view http://stefanbuana.blogspot.com/2012/01/ke-kayaan-teknik-dalam-karya-stefan.html?m=1
Comments
Loading...