Lukisan “Hegemony Memory” (Indra setiyawan)

Hegemony Memory - Indra Setiyawan
0 1.406

Lukisan Hegemony Memory merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Indra Setiyawan.

Hegemony Memory – Indra Setiyawan
  • Pelukis : Indra Setiyawan
  • Judul : “Hegemony Memory”
  • Tahun : –
  • Media : –
  • Ukuran : –

Deskripsi Lukisan Hegemony Memory

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya surealisme Ekspresionis. Dalam lukisan ini, pelukis terinspirasi oleh penguasaan terhadap memori.

Makna Lukisan

Istilah hegemoni berasal dari istilah yunani, hegeisthai (“to lead?). Konsep hegemoni banyak digunakan oleh sosiolog untuk menjelaskan fenomena terjadinya usaha untuk mempertahankan kekuasaan oleh pihak penguasa. Penguasa disini memiliki arti luas, tidak hanya terbatas pada penguasa negara (pemerintah). Hegemoni bisa didefinisikan sebagai: dominasi oleh satu kelompok terhadap kelompok lainnya, dengan atau tanpa ancaman kekerasan, sehingga ide-ide yang didiktekan oleh kelompok dominan terhadap kelompok yang didominasi diterima sebagai sesuatu yang wajar (common sense).

Salah satu konsep penting hegemoni adalah suatu keadaan dimana individu menjadi tidak sadar dengan dominasi yang terjadi pada diri mereka. kelompok-kelompok yang dominan di dalam masyarakat berhasil mengarahkan orang (kalangan bawah) agar menerima dominasi sebagai sesuatu yang netral, alamiah dan selayaknya memang harus diterima. Terdapat “persetujuan” dimana masyarakat dari kalangan bawah, menerima kondisi dominasi yang meraka terima.

Kondisi ini menjadi semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi di abad 20 ini, terlebih dengan kehadiran media massa yang menjadi alat bagi kaum elit untuk melanggengkan kekuasaan, kejayaan, dan statusnya dengan mempopulerkan pemikiran, budaya, dan nilai-nilai yang mereka miliki. Hegemoni dilakukan melalui media massa dengan cara pembingkaian realitas menggunakan sudut pandang ideologi dari kelas dominan. Ideologi tersebut direproduksi dalam aktivitas yang kita lakukan di kehidupan keluarga, pertemanan, lingkungan kerja, dan kehidupan kita sehari-hari. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa teori hegemoni menghubungkan representasi ideologi pada budaya, yang tingkat efektivitasnya dapat dilihat dari bagaimana kelompok sub-ordinat menerima ideologi dominan tersebut sebagai realitas normal atau hal yang biasa terjadi dalam pengalaman dan kesadaran sehari hari. Dalam konteks perkembangan teknologi informasi yang kian pesat dan telah terintegrasi dalam realitas kehidupan sehari-hari pada masyarakat modern, pengaruh sosial dari media massa ini seringkali tidak disadari, disikusikan, apalagi dikritisi. Oleh karena itu, kehadiran hegemoni seringkali tidak dapat terdeteksi.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Saatchiart.com https://www.saatchiart.com/art/-hegemony-memory/40658/1112739/view https://synaps.wordpress.com/2005/12/01/pengantar-hegemoni/
Comments
Loading...