Lukisan “House of Sun” Karya Oktaravianus Bakara

House of Sun - Oktaravianus Bakara
0 1.268

Lukisan “House of Sun” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Oktaravianus Bakara.

House of Sun – Oktaravianus Bakara
  • Pelukis :Oktaravianus Bakara
  • Judul : “House of Sun”
  • Tahun : –
  • Media : Mixed Media
  • Ukuran : 31 H x 24 W x 2 in

Deskripsi Lukisan “House of Sun”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya kontemporer, abstrak. Dengan teknik melukis menggunakan media campuran.

Dalam setiap karyanya, pelukis terinspirasi oleh sosok Vincent van gogh yang selalu setia pada cita-cita kejujuran dalam mempertahankan kedewasaan artistiknya di tengah godaan masa depan.

Pernyataan Pelukis

Saya menciptakan karya ini melalui inspirasi sambil menikmati suasana pagi yang cerah. Dengan perasaan dan harapan, untuk memulai hari dengan hati yang cerah seperti matahari pagi yang hangat.

Sejalan dengan itu, jiwa seni seseorang adalah bahan utama untuk membentuk sebuah ruangan kecil. Yang menerangi hidupnya sendiri dan bagi orang-orang di sekitarnya. Sehingga kehangatan dalam pekerjaan yang diterima dapat memasukkan isi yang lain dari kamar jiwa.

Ini adalah harapan saya bahwa para pecinta yang melihat dan menghargai karya ini bisa mendapatkan esensi matahari jiwa dari sisi terdalam seniman. Sebagai lampu kecil untuk setidaknya menjadi pendamping penerangan sambil merasakan kegelapan dalam menjalani hidup yang absurd ini.

Secara teknis, karya ini adalah kombinasi dari media seperti minyak, akrilik, enamel, bitumen, cat semprot, dan media lain yang saya komposisikan menjadi visual bertekstur dengan garis-garis misterius, spontan, nyata, serta indah dalam suasana yang ceria.

Gaya Lukisan

Sebenarnya cukup beragam gaya dan tema yang telah digeluti Okta. Semuanya tiada ketetapan, semuanya selalu bersifat eksperimentatif mencoba-mencoba walau beberapa yang mungkin tiada berkelanjutan. Katakanlah hanya dua atau tiga kekaryaan yang bergaya seperti itu hingga selanjutnya akan bergaya-gaya yang lain sesuka konteks waktu saat itu yang tentu di kepala Stevan tetap saja menjadi tanda tanya “beginikah aku” saat ini (secara psikis)? Di sinilah wagu-wagu itu terlahir sebagai kekaryaan yang tidak meragukan secara wujud.

Tema Lukisan

Oktara, seorang perupa atau seniman tentu bukan hanya membuat sekedar rupa-rupa, sekedar karya, juga bukan saja cuma guratan dan penyusunan warna belaka, tetapi lebih jauh yaitu mencipta bahasa visual, berupa aktivitas dua arah; dialog timbal balik antara pola pikir dan pola di dalam kehidupan senimannya.

Begitulah Okta menemukan pola pikir “baru” dalam karyanya, dari apa yang akan terlukis berangkat dari ide pikiran, imajinasi, mimpi, naluri, nurani, dan pemahaman pengalaman secara personal. Jadi keontetikan akan terlihat dalam laku eksistensialnya berupa lelaku yang selalu berkehendak untuk berubah yang sejalan dengan apa yang telah ditemukannya.

Teknik Lukisan

Dalam karya-karyanya, Okta memiliki karakter stroke sapuan dari keberangkatan inspirasinya sehingga proses berkreasinya juga memiliki nuansa yang unik.

Okta memilih minyak medium, akrilik, tinta permanen, enamel adalah konsep yang memadukan penggabungan media untuk menggabungkan secara alami sesuai dengan filosofi alam yang ia angkat dalam seni.

Proses Dalam Berkarya

Okta tidak benar-benar mengikuti perintah “kebutuhan”nya kecuali keinginan-keinginan yang mungkin pada keterbatasan di rentang waktu yang amat pendek.

Artinya gaya pengungkapannya akan berputar-putar untuk sekedar memenuhi bidang gambar yang sebenarnya cara yang disampaikan adalah hanya untuk menggunakan cara “yang ini” atau dengan cara “yang itu” yang tentu adalah bukan benar-benar sebagai konflik yang harus dipecahkan.

Begitu instinktif, karena sebenarnya Okta belum benar-benar mewujudkan interaksi-interaksi itu untuk bisa berjarak hingga menumbuhkan keotentikan keunikannya.

Karya Okta mengalir begitu saja menuruti kata hatinya, begitu mengalir walau mungkin ia tidak pernah sadar bahwa aliran itu sebenarnya adalah aliran yang sama, yaitu apapun yang tertoreh adalah begitu saja.

Okta berharap para pecinta seni yang melihat karya ini, bisa terinspirasi semangat dalam mencapai impian yang bukan merupakan tujuan utama, namun yang terpenting adalah prosesnya.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source https://www.saatchiart.com https://www.saatchiart.com/art/Painting-House-of-sun/589683/4476188/view http://museumdantanahliat.com/past-events/view/tiada-jalan-tengah-pameran-tunggal-oktaravianus-bakara-stevan-sixcio-kresonia/
Comments
Loading...