Lukisan “Imagining #1” (Yudha Sax)

Imagining #1 - Yudha Sax
0 4.659

Lukisan Imagining #1 merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Yudha Sax.

Imagining #1 – Yudha Sax
  • Pelukis : Yudha Sax
  • Judul : “Imagining #1”
  • Tahun : –
  • Media : Oil on Soft (Yarn, Cotton, Fabric) and Wood
  • Ukuran : 43.3 H x 35.4 W x 1.6 in

Deskripsi Lukisan Imagining #1

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya abstrak Ekspresionis. Dengan teknik melukis menggunakan cat minyak dan bahan lain di atas kayu. Dalam lukisan ini, pelukis mencoba menggambarkan imajinasinya tentang pencitraan manusia.

Makna Lukisan

Dalam hidup, manusia tidak bisa dipisahkan dengan aktivitas pencitraan. Tanpa kita sadari, setiap aktivitas yang kita lakukan mengandung unsur pencitraan di dalamnya. Dalam ilmu komunikasi, tidak berkomunikasi sama dengan berkomunikasi. Ketika orang yang lebih cenderung diam dalam menjalani aktivitasnya, berarti bisa diartikan bahwa orang tersebut adalah pendiam.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, citra adalah rupa; gambar; gambaran; gambaran yang dimiliki orang banyak mengenai pribadi, perusahaan, organisasi, atau produk; kesan mental atau bayangan visual yang ditimbulkan oleh sebuah kata, frasa, atau kalimat, dan merupakan unsur dasar yang khas, karya prosa dan puisi;

Citraan sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia bermakna, cara membentuk citra mental pribadi atau gambaran sesuatu; kesan atau gambaran visual yang ditimbulkan oleh sebuah kata, frasa, atau kalimat, dan merupakan unsur dasar yang khas, karya prosa dan puisi.

Pencitraan sudah dilakukan oleh manusia sejak zaman dahulu. Seiring berkembangnya waktu, ada banyak makna dan tujuan dari aktivitas pencitraan yang dilakukan oleh manusia. Para pemimpin suku, dalam mempertahankan kepercayaan pengikutnya terhadap dirinya, kerap menggunakan simbol-simbol dan kekuatan magis dalam memimpin mereka.

Pencitraan memiliki pengaruh besar dengan derajat seseorang. Bangsawan Jawa pada zaman dahulu memiliki tata krama yang cukup kental terhadap hubungan antara yang muda dengan yang tua, dan dengan sesama pemuda. Dalam berbicara dengan seseorang yang lebih tua atau yang berpangkat tinggi pun juga tidak sembarangan. Masyarakat Jawa harus memakai bahasa Jawa halus atau kromo inggil.

Setiap pencitraan pasti memiliki tujuan. Namun, tidak semua orang yang melakukan pencitraan memiliki tujuan yang baik dan dilakukan dengan cara yang baik pula.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Saatchiart.com https://www.saatchiart.com/art/-imagining-1/77127/571708/view http://www.beritasatu.com/blog/gaya-hidup/3006-manusia-dan-pencitraan.html
Comments
Loading...