Lukisan “Kemakmuran (m) Semu (sim)” Karya Farhan Siki

Kemakmuran (m) Semu (sim) - Farhan Siki
0 5.543

Lukisan “Kemakmuran (m) Semu (sim)” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Farhan Siki.

Kemakmuran (m) Semu (sim) – Farhan Siki
  • Pelukis : Farhan Siki
  • Judul : “Kemakmuran (m) Semu (sim)”
  • Tahun : 2008
  • Media : Acrylic and Spray Paint on Canvas
  • Ukuran : 200 cm x 180 cm

Deskripsi Lukisan “Kemakmuran (m) Semu (sim)”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya pop-art, kontemporer. Dengan teknik melukis menggunakan media cat akrilik dan teknik semprot di atas kanvas. Dalam setiap lukisannya, hal yang menarik dan menjadi ciri dari karya Farhan adalah estetika perlawanannya terhadap persoalan budaya urban. Dengan penerapan warna-warna yang mencolok dan kontras, Farhan mencoba membangun kesadaran publik pada persoalan konsumerisme dan korporasi global yang tengah beroperasi dalam budaya masyarakat perkotaan.

Latar Belakang

Farhan Siki dikenal kalangan publik seni rupa dengan karya muralnya yang menggunakan teknik stensil. Maka pada mural-muralnya seringkali ia menampilkan pengulangan bentuk-bentuk tertentu. Pengulangan ini menjadi salah satu strategi untuk menarik perhatian publik di sekitar jalanan, dan sekaligus sebagai penanda utama subjek matternya. Seperti munculnya logo merek global maupun ikon–ikon dan benda-benda. Kecenderungan grafis dan grafiti ia mulai sekitar tahun 1998. Ia mengakui bahwa dari jalanan lah ia memulai ketertarikan dengan grafiti dan kemudian baru belajar melukis kepada seniman Jakarta, Hanafi sekitar tahun 2000-an. Kemudian ia sering diundang oleh kelompok perupa mural seperti kelompok Apotik Komik di Jogja, maupun kelompok lain di Bandung. Menurut Bambang Toko, Farhan dalam aksinya selalu mengadakan pendekatan atau riset dengan mewawancarai penduduk sekitarnya. Sikap ini berbeda dengan para perupa grafiti yang beraksi secara ilegal.

Teknik Dan Konsep Karya

Penguasaan medium cat semprot (spray) dalam membuat mural dan menggunakan stensil menjadi senjata utamanya. Ketika mencoba bidang kanvas, ia pun tetap menggunakan spray paint dan stensil sebagai medium dan teknik utama untuk membuat karyanya.

Farhan Siki memanggungkan keburukan visual yang justru membuka kewarasan akal dan rasa kemanusiaan kita. Ia bermain-main dalam kode-kode, menyesatkan konsentrasi imajiner pada “keindahan benda-benda” tentang branded items yang menjadi ikon konsumerisme kota besar. Tapi dalam karya Farhan bahkan terlihat tidak indah secara fisik.

Ia menggoda kita, menerbangkan imaji-imaji abstraktif bentuk-bentuk aneh dalam torehan-torehan di kertas-kertas, teks-teks huruf, dan angka, sampai instalasi kubus-kubus putih yang dikatakannya sebagai simbol bahwa kesempurnaan kemasan adalah sesuatu paling didamba pada abad ini. Terutama perumpamaan bagi produsen objek-objek konsumsi yang dipasarkan demi mengompori hasrat.

Farhan hendak menggiring kita tentang ironi di sana. Keindahan, kecantikan, idealisasi, atau kesempurnaan adalah impian-impian. Ia perwujudan mesin libido manusia untuk tidak mengatakan cukup, tak menerima apa yang kita butuh, tapi meledakkan keinginan-keinginan. Farhan dengan karyanya mencoba mengingatkan, bahwa separuh hidup kita adalah kegagalan demi kegagalan  untuk mengejar hal itu.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://archive.ivaa-online.org/ http://archive.ivaa-online.org/pelakuseni/farhan-siki-1/page:2 http://www.galerisemarang.com/exdetails.php?ex=100
Comments
Loading...