Lukisan “Ladle” (Rinaldi Syam)

Ladle - Rinaldi Syam
0 3.689

Lukisan Ladle merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Rinaldi Syam.

Ladle – Rinaldi Syam
  • Pelukis : Rinaldi Syam
  • Judul : “Ladle”
  • Tahun : –
  • Media : Acrylic On Canvas
  • Ukuran : 63 H x 78.7 W x 2 in

Deskripsi Lukisan Ladle

Lukisan ini merupakan lukisan fantasy dengan gaya surealisme. Dengan teknik melukis menggunakan akrilik di atas kanvas. Dalam lukisan ini, pelukis menggambarkan tentang sendok besar.

Makna Lukisan

Keserakahan bisa dikatakan adalah jubah kemiskinan, baik materi maupun rohani bagi manusia. Keserakahan adalah jubah kemiskinan yang menyedihkan yang masih sering dipakai tak rela untuk dilepas.

Sayangnya banyak manusia yang tak menyadari bahwa jubah kemiskinan itu pembawa bencana bagi hidupnya.

Kekayaan datang dari hati yang memberi, sedangkan kemiskinan datang karena keserakahan hati.
Hati yang bersyukur dan mendatangkan kekayaan, sedangkan hati keserakahan dan meminta itulah sumber kemiskinan.

Manusia yang masih diliputi keserakahan hati bukan hanya menjadi sumber kemiskinan bagi orang lain. Tetapi itu adalah juga menjadi sumber kemiskinan bagi dirinya.

Orang yang serakah menandakan ia masih merasa kekurangan dan dipenuhi kemiskinan.
Kekurangan bukan hanya dalam hal materi, namun juga miskin rohani.

Banyak sekali manusia, termasuk saya, kita, yang tidak puas dengan apa yang dimiliki. Bahkan seringkali, makin banyak harta yang dipunyai, makin besar keinginan untuk menambah lagi, persis seperti orang yang menemukan 99 keping emas.

Seringkali rasa tak puas membuat kita berusaha lebih baik, bekerja lebih giat.

Yang salah adalah bila kita menggunakan cara-cara tidak benar untuk memenuhi nafsu duniawi. Bila untuk membeli jam tangan mewah kita lalu menyalahgunakan jabatan dengan menerima suap. Bila untuk menaiki mobil mewah kita menggadaikan kepercayaan rakyat.

Godaan untuk menyalahgunakan posisi dan jabatan ini tidak hanya dialami para pejabat negara. Nyaris semua profesi memiliki “celah” yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi nafsu keserakahan.

Polisi dihadapkan pada tawaran uang damai, wartawan digoda uang transport, guru digoda pada pemberian hadiah sebagai imbalan dari murid, petugas pajak dengan uang pelicin. Semua itu pada dasarnya adalah suap.
Maka tidak adil bila kita juga melakukan hal serupa namun menuding dengan lantang ke wajah mereka. Siapa tahu yang kita lakukan sama, hanya beda dalam ukuran jumlahnya.

Lalu bagaimana agar tidak terjebak dalam keserakahan?

Pemandu talkshow Oprah Winfrey pernah berkata, “Bersyukurlah atas apa yang sudah Anda miliki, maka Anda akan bahagia. Jika Anda berkonsentrasi pada apa yang tidak Anda miliki, Anda tidak akan pernah merasa cukup.”

Bagaimana kita bisa mengerti apa yang kita miliki sudah cukup? Dalam sebuah catatan, saya menemukan kalimat: “Kaya dan miskin bukan sekadar perkara berapa banyak harta yang dimiliki seseorang tetapi perkara kebebasan hati. Mereka yang memiliki kehidupan yang begitu kaya, tidak lagi terganggu oleh kepemilikan barang duniawi. “

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Saatchiart.com https://www.saatchiart.com/art/Painting-ladle/350205/1594889/view https://www.kompasiana.com/katedrarajawen/keserakahan-adalah-jubah-kemiskinan_55008c3da33311e57251133e
Comments
Loading...