Lukisan “Let’s Work” Karya Eko Nugroho

Let's Work - Eko Nugroho
0 130

Lukisan “Let’s Work” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Eko Nugroho.

Let’s Work – Eko Nugroho
  • Pelukis : Eko Nugroho
  • Judul : “Let’s Work”
  • Tahun : 2004
  • Media : Acrylic on Canvas
  • Ukuran : 60 cm x 50 cm

Deskripsi Lukisan “Let’s Work”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya abstrak, kontemporer. Dengan teknik melukis menggunakan media cat akrilik di atas kanvas. Setiap karya yang dihasilkan Eko begitu kritis menyoroti dinamika sosial, ekonomi, dan politik di lingkungan sekitar. Karakter karya Eko Nugroho itu sendiri terinspirasi oleh perjalanan kehidupan berkarya dalam dirinya yang didominasi oleh street art, graffiti, dan komik.

Karya-karya Eko berlabuh pada lingkungan perkotaan dengan ketegangan tertentu. Seperti antara Indonesia dan Barat, lokal dan global, seni murni dan jalanan, serta pertaruhan politik dan refleksi personal. Tinggal di sebuah negara yang suasananya dipenuhi gejolak politik selama puluhan tahun yang berangsur semakin terbuka. Selain itu dipenuhi dengan kontribusi pada permainan katanya yang lucu dan kritis. Menurutnya, Orang-orang tersesat dalam makna kebebasan. Eko menjadi tertarik pada situasi di mana terdapat semacam latar belakang sosial dan politik dalam seni.

Dalam karya-karya lukisnya, Eko bak sebuah bubu (alat tangkap yang umum dikenal dikalangan nelayan, yang berupa jebakan, dan bersifat pasif) bagi carut-marut aneka-referensi-visual yang kita temui sehari-hari di jalanan. Aneka-referensi-visual itu ‘meledak’ menjadi sebuah dunia yang aneh dan sureal, dan sepertinya tak cukup ditampung oleh hanya sehelai kanvas biasa. Itulah mengapa medium lukisannya bisa berupa kain, papan, bahkan medium multimedia seperti televisi, dan animasi.

Perjalanan Karier

Eko Nugroho merupakan sosok yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perkembangan seni rupa kontemporer di Indonesia. Eko Nugroho lahir dan besar di Yogyakarta, sebuah kota kaya tradisi yang membentuknya menjadi seniman dengan kemampuan memadukan unsur lokal dan budaya populer.

Nama Eko Nugroho semakin diperhitungkan di tingkat global ketika ia berpartisipasi pada Lyon Biennal (2009), 55th International Art Exhibition of the Venice  Biennale (2013), dan melakukan kolaborasi bersama brand fashion internasional Louis Vuitton (2013).

Tema Lukisan

Perhatian lebih luas terhadap karya Eko adalah ketika tahun 2002, dia berpameran tunggal dengan tajuk “Bercerobong” di Cemeti Art House, Yogyakarta. Karya-karyanya dianggap menyuntikkan warna segar bagi seni rupa di Indonesia. Terutama dengan gaya gambarnya yang khas, komikal, sureal, dan dicampur dengan teks campursari berbagai bahasa dengan pemaknaan yang absurd namun satire dan jenial. Melalui berbagai medium mulai dari komik, mural, performance, animasi, dan juga materi yang menjadi salah satu ciri khasnya: bordir.

Mengomunikasikan pengalaman Eko ke audiens dari latar belakang geografis dan budaya yang berbeda-beda adalah aspek paling penting dari karyanya. Ia selalu tertarik dengan interaksi antara masyarakat sehari-hari dengan karya seninya. Respon mereka tak pernah sama, dan sangat berbeda dari respon pengunjung galeri atau museum. Eko penasaran dengan apa yang mereka rasakan dan ‘seni’ seperti apa yang mereka lihat. Ini selalu ia libatkan dan masukan sebagai inspirasinya dalam berkarya, bahkan juga perkembangan personal dirinya sendiri.

Catatan Kuratorial

Kekuatan Eko, seperti yang diuraikan oleh Kurator Adeline Ooi, adalah kebebasan tanpa rasa beban dalam memandang kategori dan pengkotakan seni rupa.  Ia selalu melakukan pendekatan berkarya dengan keluguan yang ceria dan lugas, tanpa terhambat teori, tradisi atau konvensi. Ini sangat tampak dengan bahan-bahan ‘remeh’ yang ia pakai seperti bordir, stiker, karpet, dan sebagainya. Juga keliarannya dalam menuangkan bentuk visual seperti imaji-imaji komikal yang bercampur dengan unsur klasik seperti patung dan wayang. Eko bermain-main antara ‘high art’ dengan budaya jalanan atau populer, dan dengan itu ia mencoba mencurahkan perspektifnya yang unik sebagai seniman yang hampir selalu diinspirasi kehidupan sehari-harinya di Yogyakarta.

Yayasan Eko Nugroho

Yayasan Eko Nugroho berdiri pada 10 November 2014. Yayasan ini didirikan dengan tujuan untuk mewadahi seluruh aktivitas berbasis seni rupa yang dilakukan oleh Eko Nugroho yang telah berlangsung sejak tahun 2007. Pada awalnya seluruh aktivitas ini dijalankan karena intuisi Eko Nugroho sebagai seniman untuk terus menerus melakukan eksplorasi karya.

Namun seiring perjalanannya aktivitas ini terus berkembang dan tidak hanya berfokus pada eksplorasi karya Eko Nugroho, namun juga bagaimana karya-karya Eko Nugroho dapat dikembangkan pada ranah yang lebih luas sehingga memberi manfaat pada yang lain.

Sesuai dengan tujuan Yayasan Eko Nugroho untuk memfasilitasi dan memberikan ruang bagi para seniman muda/baru, berpengalaman/tidak berpengalaman untuk berkembang dan dapat dikenal oleh publik.

Dalam kerangka kerja yang lebih luas tersebut, maka kehadiran organisasi dalam bentuk yayasan ini diperlukan sebagai wadah yang akan menggerakkan seluruh elemen-elemen aktivitas untuk lebih terstruktur dan membuka peluang bagi pihak lain untuk terlibat dan mendukung aktivitas non profit Yayasan. Dan nantinya diharapkan bahwa tujuan Yayasan Eko Nugroho sebagai wadah kreativitas para seniman dan khususnya seni rupa semakin dapat diakses oleh masyarakat luas.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://archive.ivaa-online.org http://archive.ivaa-online.org/pelakuseni/eko-nugroho-1/page:8 https://dgtmbproject.com/id/about/eko-nugroho-profile/
Comments
Loading...